HalmaheraNews – Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, Bharatu Mardi Hadji, anggota Polairud yang gugur dalam insiden ledakan speedboat milik Basarnas Kota Ternate, diberikan kenaikan pangkat anumerta menjadi Bharaka. Keputusan ini diumumkan oleh Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, saat melayat ke rumah duka almarhum di Kelurahan Moya, Ternate Tengah, pada Senin (03/02).
Kenaikan pangkat ini merupakan bentuk apresiasi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia atas jasa dan pengorbanan almarhum dalam menjalankan tugasnya. “Almarhum gugur dalam misi kemanusiaan. Sebagai penghormatan atas dedikasi dan keberaniannya, pimpinan Polri memutuskan untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi,” ujar Wakapolda.
Bharatu Mardi Hadji merupakan salah satu korban yang meninggal dalam insiden ledakan speedboat Pandudawenata pada Minggu malam (02/02) di perairan Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Insiden tersebut terjadi saat tim Basarnas dan Polairud sedang melakukan operasi penyelamatan terhadap nelayan yang mengalami mati mesin. Namun, ledakan tiba-tiba terjadi akibat pecahnya lambung kapal, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Upacara pemakaman almarhum dilaksanakan secara kedinasan setelah salat Zuhur, dihadiri oleh keluarga, rekan sejawat, dan jajaran kepolisian. Dalam suasana haru, penghormatan terakhir diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi almarhum dalam menjaga keselamatan masyarakat. (Yun/red)





