HALTENG, HN – Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji (IMS) melakukan kunjungan ke RSUD Weda, Senin (28/9) pukul 14.35 WIT. Turut mendampingi Wakil Bupati, Kadis Tata Ruang dan Ketua DPRD Halmahera Tengah.
Dalam pertemuan singkat bersama jajaran manajemen dan tenaga kesehatan, Bupati menyoroti masih lemahnya kekompakan internal yang berdampak pada pelayanan kepada pasien.
Padahal, kata IMS, dari sisi jumlah dokter, RSUD Weda saat ini sudah cukup memadai.
“Bagaimana organisasi ini mau berjalan kalau di dalamnya saja tidak kompak? Apalagi ini soal pelayanan nyawa orang. Jangan sampai ketidakkompakan ini menghambat program yang sudah kita canangkan,” tegas Ikram.
Bupati juga menyinggung soal kehadiran dokter yang dinilai belum optimal. Ia meminta manajemen RSUD untuk menata ulang sistem agar pelayanan berjalan efektif.
Lebih jauh, IMS menegaskan RSUD Weda tidak boleh hanya fokus pada pelayanan kuratif fisik, tetapi juga harus mengembangkan layanan rehabilitasi.
Peringatan keras juga ia sampaikan kepada seluruh tenaga kesehatan.
“Alasan saya bangun rumah sakit yang bagus dengan layanan gratis adalah untuk menaikkan standar pelayanan. Saya tidak mau lagi dengar ada miskomunikasi di internal. TPP Nakes di Halteng paling tinggi Rp 2 juta, itu harus dibarengi dengan semangat dan tanggung jawab,” ujarnya.
IMS bahkan tak segan akan mengambil tindakan tegas bagi oknum yang tidak menunjukkan keseriusan dalam bekerja.
“Kalau masih ada yang gagaweang (main-main,red) saya perintahkan rotasi. Tugas kalian hanya satu: melayani. Tidak usah urus hal lain. Kalau tidak siap, otomatis akan tereliminasi, karena saya sedang menyiapkan SDM Nakes yang lebih siap,” pungkasnya. (yUn)





