TERNATE, HN – Semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Maluku Utara tahun ini tak hanya diwarnai lomba rakyat dan pesta kemerdekaan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara juga mendorong “kemerdekaan” dalam bertransaksi melalui Pekan QRIS Nasional 2026.
Momentum Agustus dimanfaatkan untuk memperkuat penggunaan transaksi digital sekaligus mendorong inklusi keuangan di Maluku Utara. QRIS diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pedagang pasar tradisional, hingga kalangan pelajar.
Pemprov Malut menilai semangat kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Momentum tersebut juga harus diisi dengan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Agustus bukan hanya tentang lomba dan upacara. Ini momentum kita mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata. Melalui sinergi dengan BI Malut, kita dorong masyarakat beralih ke pembayaran digital lewat QRIS agar ekonomi daerah makin cepat dan efisien,” ujar perwakilan Pemprov Malut.
Sejumlah kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Maluku Utara. Di antaranya lomba semarak 17 Agustus, Gerakan Pangan Murah bersubsidi dengan pembayaran melalui QRIS, resepsi malam kenegaraan, puncak Pekan QRIS Nasional, pesta rakyat, hingga hiburan artis.
QRIS Menyasar UMKM hingga Pasar
Bersamaan dengan rangkaian kegiatan Agustusan, BI Malut menggelar Pekan QRIS Nasional 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperluas penggunaan transaksi nontunai sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital.
Edukasi dan sosialisasi QRIS menyasar pelaku UMKM, pedagang pasar tradisional, hingga lingkungan sekolah. BI juga menyiapkan QRIS Day yang diisi dengan berbagai diskon dan promosi transaksi nontunai pada merchant yang bekerja sama.
Tak hanya itu, BI Malut juga mendorong pembentukan Kampung QRIS di sejumlah titik di Ternate dan Halmahera. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu cara memperluas ekosistem pembayaran digital hingga ke tingkat masyarakat.
Kepala BI Perwakilan Maluku Utara Handi Susila mengatakan, penggunaan QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus membantu pelaku usaha mencatat transaksi secara lebih tertib.
“Lewat Pekan QRIS ini, kita ingin setiap warung, pasar, hingga UMKM di Malut bisa menerima pembayaran digital. Ini bentuk kemerdekaan ekonomi, sinergi memperkuat nasionalisme dan digitalisasi ekonomi daerah,” jelasnya, Rabu (12/8).
Menurutnya, semakin luas penggunaan pembayaran digital, semakin besar pula peluang masyarakat dan pelaku usaha masuk dalam ekosistem ekonomi formal. Transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan tercatat.
Sinergi Pemprov Malut dan BI tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan. Lebih jauh, rangkaian kegiatan diharapkan mampu meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan begitu, semangat kemerdekaan tidak hanya hadir melalui kibaran Merah Putih dan pesta rakyat. Tetapi juga melalui upaya membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Maluku Utara di tengah perkembangan ekonomi digital. (yun)





