HALTENG, HN – Rumah Tahanan Kelas IIB Weda gelar kegiatan deklarasi komitmen pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di lingkungan rumah tahanan, Jumat (08/05).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, serta sejumlah wartawan di Kabupaten Halmahera Tengah sebagai bentuk pengawasan dan keterbukaan informasi kepada publik.
Agenda itu diawali dengan ikrar bersama yang menjadi simbol komitmen dan integritas jajaran Rutan Weda dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bermartabat.
Usai pelaksanaan ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan razia gabungan antara petugas internal Rutan Weda bersama personel TNI dan Polri. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah blok hunian warga binaan secara tertib dan profesional guna memastikan tidak adanya handphone ilegal maupun barang terlarang lainnya di dalam rutan.
Selain razia, pihak rutan juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada petugas maupun warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus penguatan kesadaran terhadap dampak buruk narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pemberantasan narkoba, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tes urine terhadap petugas dan warga binaan di lingkungan Rutan Kelas IIB Weda.
Kepala Rutan Kelas IIB Weda, Effendi Abdullah menjelaskan bahwa kapasitas Rutan Weda saat ini sebanyak 150 orang, sementara jumlah penghuni tercatat 93 orang. “Dari total 93 orang tersebut, terdiri dari 10 tahanan dan 83 narapidana,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, dari jumlah warga binaan yang ada, sebanyak 20 orang merupakan kasus narkoba, satu orang warga negara asing (WNA), serta terdapat empat orang residivis atau pelaku tindak pidana berulang.
Menurut Effendi, kegiatan deklarasi razia gabungan, hingga tes urine tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah konkret dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan sekaligus mendukung program pemberantasan narkoba yang menjadi perhatian nasional.
“Komitmen kami jelas, menciptakan Rutan Weda yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan,” tegasnya. (yUn)




