Dana Partisipasi Dikembalikan, Orang Tua SMPN 9 Moti Tegaskan Tak Ada Keberatan

TERNATE, HN — Polemik terkait dana partisipasi orang tua siswa di SMP Negeri 9 Moti, Kota Ternate, berujung pada keputusan pihak sekolah untuk mengembalikan seluruh dana yang telah terkumpul. Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan yang mencuat di media online beberapa hari sebelumnya.

Pengembalian dana dilakukan dalam rapat bersama orang tua siswa yang digelar pada Sabtu (2/5), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Rapat tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, serta komite sekolah dan orang tua siswa. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah langsung mengembalikan dana sebesar Rp300 ribu kepada masing-masing orang tua siswa.

Salah satu perwakilan orang tua siswa, Lutfi Yusuf, mengaku terkejut dengan keputusan pengembalian dana tersebut. Menurutnya, selama ini tidak ada keberatan dari orang tua terkait partisipasi tersebut.

“Kami kaget karena setahu kami tidak ada orang tua yang mempersoalkan. Dana itu justru merupakan inisiatif orang tua sebagai bentuk terima kasih kepada pihak sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dana partisipasi tersebut rencananya digunakan untuk membuat kenang-kenangan bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan, seperti perbaikan fasilitas sekolah, termasuk lapangan upacara, voli, dan bulu tangkis.

“Kami ingin ada tanda mata dari anak-anak kami untuk sekolah tempat mereka belajar selama ini,” tambahnya.

Senada dengan itu, orang tua siswa lainnya, Hajijah Kamidin, mengatakan bahwa praktik partisipasi seperti ini bukan hal baru dan selama ini berjalan tanpa persoalan.
“Dari dulu juga seperti ini dan tidak pernah ada masalah. Kami memberikan dengan ikhlas,” katanya.

Namun demikian, pihak sekolah tetap memutuskan untuk mengembalikan dana tersebut sebagai langkah kehati-hatian.

Kepsek SMP Negeri 9 Moti, Ahmad Kaosar menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan dewan guru, menyusul adanya pemberitaan yang mempersoalkan dana partisipasi tersebut. “Partisipasi itu memang inisiatif orang tua melalui rapat bersama komite. Namun karena ada pemberitaan, kami memutuskan untuk mengembalikan semuanya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa para orang tua sebenarnya menolak dana tersebut dikembalikan. Meski demikian, pihak sekolah tetap bersikukuh untuk mengembalikannya.
“Orang tua tidak ingin dana itu dikembalikan, karena itu bentuk rasa terima kasih mereka setelah tiga tahun anak-anak mereka dididik di sekolah ini. Tapi kami tetap harus mengembalikannya,” jelasnya.

Keputusan ini menutup polemik yang sempat mencuat, meski di sisi lain menyisakan kekecewaan dari sebagian orang tua yang berharap partisipasi mereka tetap dapat dimanfaatkan sebagai bentuk kenang-kenangan bagi sekolah. (Red)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *