TERNATE, HN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang dipusatkan di salah satu hotel di Kota Ternate, Selasa (2/12). Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Seha, Kepala BI Malut Dwi Putra Indrawan, unsur Forkopimda, Wali Kota Ternate, serta sejumlah tamu penerima BI Malut Award.
Dalam paparannya, Kepala BI Maluku Utara Dwi Putra Indrawan menjelaskan kondisi pertumbuhan ekonomi global, nasional, dan regional. Ia menegaskan bahwa sektor pertambangan yang selama ini menjadi motor utama ekonomi Malut tetap memberikan kontribusi signifikan, namun diperlukan langkah serius untuk memperkuat sektor-sektor lain yang memiliki potensi jangka panjang.
“Kita juga punya sektor lain yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jadi bukan hanya bertumpu pada pertambangan. Ada tiga sektor yang patut diperhatikan, yaitu perikanan, pertanian, dan pariwisata,” ujar Dwi.
Menurutnya, karakteristik wilayah Maluku Utara yang didominasi kawasan perairan menjadikan sektor perikanan sangat prospektif, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Selain itu, sektor pertanian dengan komoditas unggulan seperti pala dan cengkeh disebut masih memiliki ruang pengembangan yang besar. Adapun sektor pariwisata dinilai dapat menambah nilai ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan dan pengelolaan potensi alam.
Dwi menegaskan bahwa penguatan ketiga sektor tersebut membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pengelolaan potensi dapat berjalan optimal.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tercatat melejit hingga 39,10 persen, didominasi oleh aktivitas industri pengolahan dan pertambangan nikel. BI Malut juga melaporkan bahwa sejumlah program strategis yang dijalankan selama tahun ini telah mencapai sasaran dalam mendorong penguatan ekonomi daerah.
Sebagai bentuk apresiasi, BI Malut turut memberikan penghargaan kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan UMKM dan perekonomian daerah.
Selain itu, BI Malut terus mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk perluasan penggunaan QRIS. Dwi berharap pemerintah daerah dapat memperkuat kolaborasi penyediaan jaringan internet agar layanan transaksi digital dapat berjalan lebih optimal (yUn)






