Mushida, Satu-Satunya Kades Perempuan di Halteng Siap Dilantik

Mushida Hi. Suud, Kepala Desa Terpilih Desa Were Kec. Weda Kab. Halmahera Tengah

HALTENG, HN – Wajah perempuan akan mewarnai jajaran kepala desa di Halmahera Tengah. Mushida Hi. Suud menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Halmahera Tengah.

Mushida terpilih sebagai Kepala Desa Were, Kecamatan Weda. Setelah melalui seluruh tahapan Pilkades, ia kini bersiap mengikuti pelantikan bersama kepala desa terpilih lainnya yang dijadwalkan berlangsung Kamis (13/8).

Bagi Mushida, kemenangan tersebut bukan sekadar hasil dari sebuah kontestasi politik di tingkat desa. Ada tanggung jawab besar yang menanti setelah dirinya menerima amanah dari masyarakat Desa Were.

“Alhamdulillah, amanah ini saya terima dengan penuh tanggung jawab. Saya maju bukan untuk mewakili laki-laki atau perempuan saja, tapi mewakili seluruh warga Desa Were,” ujarnya usai mengikuti gladi resik di Aula Kantor Bupati Halmahera Tengah, Rabu (12/8).

Meski begitu, Mushida menyadari posisi yang diraihnya memiliki arti tersendiri bagi perempuan di Halmahera Tengah.

“Saya juga ingin membuktikan bahwa perempuan punya kapasitas dan keberanian untuk memimpin,” lanjutnya.

Bukan Sekadar Kemenangan

Terpilihnya Mushida mendapat perhatian dari masyarakat, khususnya kaum perempuan. Kehadirannya sebagai satu-satunya perempuan yang memenangkan Pilkades serentak tahun ini dinilai membuka ruang lebih besar bagi perempuan untuk mengambil peran dalam pemerintahan desa.

Salah satu anggota Tim Penggerak PKK Halmahera Tengah yang enggan disebutkan namanya menyebut kemenangan Mushida sebagai momentum penting bagi perempuan di daerah tersebut.

“Ini luar biasa. Ibu telah memecah tembok. Semoga ini jadi inspirasi bagi perempuan-perempuan lain di Halmahera Tengah bahwa kita juga bisa memimpin, melayani, dan membangun desa,” katanya.

Mushida pun telah menyiapkan sejumlah fokus setelah resmi menjalankan tugas sebagai kepala desa. Pemberdayaan perempuan, pengembangan potensi pemuda, hingga pembangunan infrastruktur desa menjadi beberapa agenda yang ingin didorong.

Ia menilai, pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan kepala desa. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh unsur desa agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Karena itu, Mushida berkomitmen mengedepankan pola kepemimpinan yang kolaboratif dan transparan. Ia ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan program.

Kemenangan Mushida diharapkan menjadi pintu bagi semakin terbukanya kesempatan perempuan untuk mengambil peran dalam pemerintahan desa, khususnya di Halmahera Tengah dan Maluku Utara.

Di tengah berbagai persoalan sosial dan pembangunan, keterlibatan perempuan dinilai memiliki peran penting. Bukan hanya sebagai penerima manfaat kebijakan, tetapi juga sebagai pengambil keputusan dan penggerak pembangunan di tingkat masyarakat.

Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji dijadwalkan melantik Mushida bersama kepala desa terpilih lainnya pada Kamis (13/8).

Bagi Mushida, pelantikan bukanlah garis akhir dari perjuangan Pilkades. Justru menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat Desa Were dapat dijawab melalui kerja nyata. (yun)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *