Jembatan Merah Putih Presisi Buka Jalan Warga Pelosok Malut

SOFIFI, HN – Jalan terputus berarti aktivitas warga ikut tersendat. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, petani terkendala membawa hasil kebun, dan akses menuju fasilitas umum menjadi lebih sulit.

Kondisi itulah yang coba dijawab Polda Maluku Utara melalui program Jembatan Merah Putih Presisi. Sepanjang 2026, Polda Malut bersama Polres jajaran membangun dan memperbaiki sejumlah jembatan di berbagai wilayah Maluku Utara.

Program tersebut menyasar wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Bukan hanya jembatan permanen, sejumlah jembatan darurat juga dibangun sebagai solusi agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman mengatakan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk ikut menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau,” kata Arif.

Pembangunan dilakukan secara bertahap. Mulai persiapan, pengerjaan pondasi, pembangunan struktur, hingga penyelesaian akhir disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Di Kabupaten Halmahera Utara, misalnya, Satuan Brimob Polda Malut membangun jembatan beton di Desa Salube, Kecamatan Loloda. Jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat setempat.
Di Kota Tidore Kepulauan, Polresta Tidore membangun Jembatan Gunung Mangga. Jembatan itu menghubungkan Desa Selamalofo, Kecamatan Oba Selatan, dengan Desa Kususinopa, Kecamatan Oba.

Sementara di Pulau Taliabu, jembatan penghubung Desa Wayo dan Desa Bobong di Dusun Tanjung Sari dibangun dalam waktu sekitar 12 hari.

Pembangunan juga menyentuh Kabupaten Kepulauan Sula. Dua jembatan dibangun di Desa Kabau Darat, Kecamatan Sulabesi Barat, serta perbaikan Jembatan Hol Merah Putih yang menghubungkan Desa Leko Sula dan Desa Leko Kadai.

Jembatan Hol Merah Putih memiliki fungsi penting bagi aktivitas masyarakat. Termasuk mempermudah akses pelajar yang melakukan perjalanan antara Kecamatan Mangoli Barat dan Mangoli Utara.

Di Halmahera Timur, pembangunan jembatan dilakukan di Kali Waibua. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Saolat dan Desa Wasileo, Kecamatan Maba Utara.

Sedangkan di Halmahera Utara, jembatan dibangun sebagai penghubung Desa Toboulamo dan Desa Takimo, Kecamatan Kao Barat.
Wilayah Halmahera Selatan juga masuk dalam program tersebut melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Kaireu di Kecamatan Bacan Timur.

Di Halmahera Tengah, jembatan darurat dibangun di Desa Wedana, Kecamatan Weda. Akses tersebut dibuat untuk mempermudah masyarakat menuju kawasan pemakaman.

Sementara di Halmahera Barat, jembatan darurat dibangun menggunakan batang kelapa sebagai penghubung akses darat antara Desa Going, Kecamatan Ibu Utara, dengan wilayah Kecamatan Loloda.

Bagi masyarakat di wilayah pelosok, keberadaan jembatan memiliki arti lebih dari sekadar sarana penghubung. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan masyarakat.

Karena itu, Polda Malut berharap program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik. Kehadiran jembatan diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas dan mengurangi beban warga yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Program Jembatan Merah Putih Presisi juga akan ditandai dengan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi “Tubulew” di Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Kamis (13/8).

Peresmian itu menjadi salah satu penanda komitmen Polda Malut dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Kapolda berharap keberadaan jembatan-jembatan tersebut dapat memperlancar mobilitas warga, mendorong aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Sebab, bagi warga pelosok Maluku Utara, sebuah jembatan bukan hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Tetapi juga membuka akses menuju sekolah, pasar, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan yang lebih mudah. (yun)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *