Janji Manis Kelulusan CPNS Berujung Laporan Polisi, Dua ASN di Ternate Dilaporkan

Ketua YLBH Malut, M. Bahtiar Husni

TERNATE, HN – Harapan dua warga Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate untuk menjadi abdi negara berakhir dengan kekecewaan. Alih-alih lulus seleksi CPNS 2024, mereka justru menjadi korban dugaan penipuan yang menyeret dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasus ini mencuat setelah Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Maluku Utara, yang menerima kuasa dari korban, melaporkan kedua ASN tersebut ke Polres Kota Ternate. Direktur YLBH Malut, M. Bahtiar Husni, menyebut laporan itu didasarkan atas dugaan penipuan bermodus janji kelulusan CPNS dengan imbalan uang puluhan juta rupiah.

“Kedua korban menyampaikan bahwa mereka dijanjikan akan diluluskan dalam seleksi CPNS oleh pelaku. Mereka diminta menyerahkan uang masing-masing Rp20 juta,” ungkap Bahtiar, Senin (4/8).

Dua ASN yang dilaporkan masing-masing berinisial SH alias Setia, yang diketahui sebagai guru di SD Madrasah Al Khaerat Tamadehe, serta YLH alias Yasir, Kepala UPTD Dinas Pasar Kelurahan Bastiong, Ternate. Menurut pengakuan korban, meskipun Setia yang pertama kali menawarkan bantuan kelulusan, uang justru diserahkan langsung kepada Yasir.

“Ada indikasi kerja sama antara keduanya dalam kasus ini. Maka kami laporkan keduanya sebagai pihak yang patut diduga melakukan penipuan,” tegas Bahtiar.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menyurati Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menindaklanjuti tindakan yang dianggap mencoreng integritas ASN.

Di sisi lain, pihak kepolisian menyatakan siap memproses laporan tersebut. “Setiap laporan masyarakat yang masuk, apapun bentuknya, pasti akan kami tindaklanjuti,” kata Kasi Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong, saat dikonfirmasi.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan awal. Pihak YLBH berharap aparat penegak hukum bergerak cepat agar praktik serupa tidak terulang di masa mendatang, terlebih dalam proses seleksi yang seharusnya bebas dari permainan curang. (yUn)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *