HALMAHERAnews – Kenaikan harga yang terus terjadi belakangan ini tentu berimplikasi terhadap perekonomian nasional, dimana salah satu dampaknya yakni menurunnya daya beli masyarakat akibat terjadi inflasi. Karena itu pengendalian Inflasi dianggap penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia termasuk di Kabupaten Halmahera Selatan.
Inflasi sendiri terjadi disebabkan karena terjadi kenaikan barang dan jasa secara umum, dan di Kabupaten Halmahera Selatan mengalami dampak tersebut, terbukti beberapa harga bahan pokok mengalami kenaikan.
“Saat ini Kabupaten Halsel sudah dilanda Inflasi secara tidak beraturan,”ujar Bupati H. Usman Sidik saat membuka acara kegiatan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Desa pada Rabu lalu.
Orang nomor satu di Halsel itu bilang, untuk membantu masalah ini maka seluruh Kades harus melakukan pemanfaatan Dana Desa (DD) diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi yang 3 persennya dapat dianggarkan untuk operasional Desa.
“Sebab pemulihan ekonomi ini penting mengingat Halsel sudah dilanda Inflasi secara tidak beraturan, untuk itu kita harus menyiapkan langkah – langkah strategis dalam menangani lonjakan inflasi di Halsel,”terangnya.
Wakil Bendahara Umum DPP PKB itu berharap semua pihak menanggapi Inflasi ini secara serius sebab dampak terhadap tak terkendalinya Inflasi terjadi pada kehidupan masyarakat terutama dirasakan pada yang ekonomi rendah.
“Karena itu di APBD Perubahan nanti Pemkab Halsel akan melakukan intervensi pada biaya angkutan untuk menekan angka inflasi kenaikan harga beras yang saat ini melonjak di Halsel,”pungkasnya. (Red)






