Minyak Goreng Curah dan Minyak Kita Baku Tanding Harga

WEDA, HN – Harga minyak goreng di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terpantau bervariasi dan sebagian dijual di atas harga yang seharusnya. Minimnya pengawasan dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat pedagang leluasa menentukan harga jual, termasuk untuk komoditas yang masuk kategori kebutuhan pokok masyarakat.

Pantauan di Pasar Rakyat Fidi Jaya, Rabu (17/6), menunjukkan harga minyak goreng curah justru lebih mahal dibandingkan beberapa merek minyak goreng kemasan yang beredar di pasaran. Minyak goreng curah yang dikemas menggunakan botol plastik bekas air mineral ukuran sekitar 1,5 liter dijual seharga Rp30 ribu per botol. Sementara ukuran sedang dibanderol Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, dan ukuran kecil sekitar 350 mililiter dijual Rp15 ribu.

Salah seorang pedagang mengaku harga tersebut disesuaikan dengan kondisi pasar dan kenaikan harga sejumlah bahan pokok lainnya.

Di sisi lain, tingginya harga minyak goreng curah menuai keluhan dari masyarakat. Sunarti Wahab (40), warga Halteng, menilai harga yang ditetapkan tidak masuk akal karena lebih mahal dibandingkan minyak goreng bermerek nasional.
“Minyak goreng curah itu tidak ada merek, tapi harganya bisa lebih mahal dari Bimoli atau Sonia. Pemerintah biasanya turun melakukan sidak saat Ramadan atau akhir tahun saja. Padahal sekarang harga juga sudah tinggi,” keluhnya.

Menurutnya, pengawasan dari pemerintah daerah perlu ditingkatkan agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Selain minyak goreng curah, harga Minyak Kita yang merupakan produk minyak goreng bersubsidi juga ditemukan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di sejumlah kios, Minyak Kita dijual dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per liter.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) karena berpotensi memicu kenaikan inflasi apabila tidak segera dikendalikan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Gubernur telah menegaskan bahwa harga Minyak Kita harus dijual sesuai HET. Jika terdapat selisih harga, maka penyesuaian hanya dapat dilakukan berdasarkan biaya distribusi antarwilayah, bukan karena pertimbangan keuntungan pedagang semata.

Sebagai salah satu komoditas kebutuhan pokok masyarakat, harga minyak goreng memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran rumah tangga maupun biaya produksi usaha makanan. Karena itu, pengawasan distribusi dan harga jual di tingkat pengecer dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi daerah. (yun)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *