TERNATE, HN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih berjalan baik ditingkat SD, SMP dan SMA di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate.
Namun dibalik program tersebut, ditemukan banyak kendala dilapangan yang seringkali dikeluhkan oleh pihak sekolah, salah satunya SMA Negeri 4 Kota Ternate.
Saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (0412), Kepala Sekolah, Firdaus Ibrahim menyampaikan perihal kendala yang dihadapi pihak sekolah terkait dengan pelaksanaan MBG.
“Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar hanya saja satu hal yang ingin kami sampaikan kaitan dengan distribusi MBG kesekolah. Pihak SPPG ini tidak menyediakan tenaga untuk melayani MBG disekolah sehingga mau tidak mau libatkan guru yang bukan porsi mereka”, ungkapnya.
Firdaus menilai, keterlibatan guru melayani pembagian MBG sangat tidak efektif sebab mengalihkan tugas dan jak mengajar mereka disekolah.
“Kami pernah sampaikan hal tersebut kepada dinas dan juga sekda, namun mereka tidak melibatkan dinas, makanya kami kewalahan terutama guru-guru yang harusnya pagi mengajar dan menyiapkan mata pelajaran justeru harus sibuk bagi-bagi makanan dengan jumlah murid yang cukup banyak dan ini menyita waktu”, pungkasnya lagi.
Satu sisi, guru di awal program sangat antusias karena bisa melihat distribusi MBG berjalan lancar, namun seiring waktu mereka keluhkan betapa merepotkan mereka harus bagi makanan kemudian mengumpulkan wadah makanan yang tercecer dimana-mana, kata Firdaus.
Situasi ini tentu membuat pihak sekolah harus memberikan saran kepada pihak distribusi MBG.
“Kami hanya meminta penanganannya kalau bisa mulai distribusi sampai disekolah langsung dibagikan jangan hanya diletakkan saja lalu pergi, dan yang paling menyusahkan itu disaat wadah atau ompreng makanan itu dibuang sembarangan oleh siswa ini juga merepotkan”, tambahnya lagi.
Firdaus juga mengatakan bahwa ada penawaran MoU oleh pihak SPPG kepada sekolah namun ditolak Firdaus dengan alasan dua hal yang ditekankan bahwa pertama, jika wadah makanan (ompreng) hilang maka pihak sekolah harus ganti, kedua jika kedapatan ada keracunan dan sebagainya, pihak sekolah tidak boleh dipublikasi.
Karena hal ini, Firdaus selaku Kepala Sekolah meminta pihak Dinas bisa memberikan perhatian sehingga pihak ketiga selaku pengelola dan distributor MBG memaklumi kondisi sekolah dan tidak libatkan para guru.
Saat ini SMA Negeri 4 Kota Ternate memiliki 32 ruang kelas dengan jumlah peserta didik seribu lebih. Bisa dibayangkan jika guru membagikan MBG disemua kelas tentu memakan waktu hingga pembagian MBG selesai. (yUn)





