Bukan Hanya Listrik Gratis, Pemda Halsel Juga Hadirkan Program Pemasangan Meter Air Murah

Rumah warga yang telah dipasang meteran air bersih murah

HalmaheraNews – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dengan berbagai program inovatif. Bukan hanya melalui pemasangan listrik gratis bagi warga, tapi juga program pemasangan meter air murah, terutama untuk mereka yang berpenghasilan rendah di wilayah PDAM Halmahera Selatan.

Menurut Suleman Bobote, Direktur PDAM Halsel, Kabupaten Halsel adalah satu-satunya Kabupaten di Maluku Utara yang turut serta dalam program Hibah Air Minum Perkotaan melalui APBN tahun 2023.

Program ini mencakup sasaran 700 sambungan rumah di berbagai kecamatan, seperti Bacan Selatan, Bacan, Bacan Timur, Batanglomang, Obi Utara, Gane Barat, dan Gane Barat Utara. Sebanyak 3.500 jiwa diharapkan akan mendapatkan manfaat dari program ini, dengan dana yang berasal dari APBD tahun 2023 melalui penyertaan modal PDAM.

Saat ini, program tersebut sudah berjalan dan berada dalam tahap pemasangan. “PDAM Halsel berusaha keras untuk mencapai progres 100 persen sebelum batas waktu pada 30 September 2023,”tandasnya. Suleman yakin bahwa program ini akan terselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

PDAM Halsel berharap agar program ini bisa berlanjut di masa depan, sehingga dapat mendukung upaya mencapai target pelayanan akses air bersih perpipaan di seluruh Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Target tersebut adalah 100 persen, dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan PDAM sangat penting dalam mencapainya.

Warga-warga di desa-desa yang menjadi bagian dari program ini merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda Halsel dan PDAM Halsel, karena upaya ini telah membantu mereka, khususnya yang berpenghasilan rendah, untuk mendapatkan akses air bersih. “Alhamdulillah kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda dan PDAM Halsel, karena kesulitan mendapat air bersih yang kami alami selama ini dapat teratasi,” kata Wa Ati, salah satu warga di Obi. (red)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *