Wali Kota Ternate Perkenalkan Majalah ‘Tara No Ate’, Karya Perdana Media Komunitas Jalamalut

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman Bersama Deputi Bank Indonesia Malut, Shodiqin (Foto : Edo Huka)

Halmaheranews – Media Komunitas Jalamalut sukses menggelar lounching Majalah “Tara No Ate’ yang dilaksanakan sabtu (12/02) bertempat di Benteng Oranje Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Karya perdana anak-anak media komunitas Jalamalut ini diperkenalakn langsung oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman.

Pelaksanaan lounching majalah yang mendapat dukungan dari berbagai pihak ini dikemas dalam bentuk panggung ekpresi dengan menghadirkan Sosiolog Dr. Herman Oesman untuk memberikan orasi media dan pembangunan.

Pelaksanan louching ini dihadiri oleh Wali Kota Ternate, Dr. M. Tauhid Soleman, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Shodiqin,  Manager PT. Garuda Indonesia Group Cabang Ternate, Agung Gunawan, Ketua Apindo Maluku Utara Ir. Gazali Abd. Muthalib , Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kadispar Kota Ternate serta sejumlah undangan lainnya.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman mengawali sambutannya menyampaikan bahwa Majalah ‘Tara No Ate’ yang dilouncing ini merupakan buah pikir dari teman-teman Media Komunitas Jalamalut, semoga ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat di Kota Ternate.

“buku wisata Tara No Ate ini merupakan buah pikir dari teman-teman Jalamalut, mudah-mudahan ini menjadi inspirasi kita untuk terus berkarya untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat yang ada di Kota Ternate” ungkap Tauhid.

Tauhid menambahkan majalah ini akan dijadikan kompas, juga menjadi maping atau peta dalam rangka untuk peningkatan ekonomi yang ada di Kota Ternate.

Walikota berharap Dinas pariwisata bisa menggandeng dan bersama-sama dengan komunitas untuk wujudkan pariwisata yang ada di Kota Ternate.

 

Faris Bobero Saat Memberikan Sambutan (Foto : Edo Huka)

Tauhid menambahkan, dalam benteng tempat pelaksanaan lounching ini, ada tiga pokok utama yaitu ada ide, ada ruang dan ada komunitas, sehingga dari tiga hal ini bisa menjadi ekosistem yang sudut-sudutnyanya terdapat ekonomi kreatif , UKM dan sekaligus pariwisata. Ketiga hal ini yang akan dikembangkan ke depan sehingga leading sektor ternate adalah pariwisata.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly yang juga Pembina Jarkot Kota Ternate mengatakan bahwa kehadiran ‘Tara No Ate’ bisa memberi khazanah pengetahuan tentang Ternate kepada pembaca.

“Ini juga memperkuat pemerintah Kota Ternate terkait city branding khususnya Ternate kota rempah,” imbuhnya.

Majalah  ini, kata Rizal, akan didistribusi ke berbagai kalangan, bahkan akan diberikan kepada industri penerbangan, perhotelan sehingga di sejumlah maskapai maupun di perhotelan orang dapat membaca majalah ini.

Sementara itu, Founder media komunitas Jalamalut, Faris Bobero, menjelaskan bahwa ‘Tara No Ate’ bisa dikata ini bisa menjadi panduan wisata bagi para pemula, mereka yang ingin menikmati Ternate, karena majalah ‘Tara No Ate’ berisi ulasan menjelajahi aneka sudut keindahan Kota Ternate.

“Semoga niat dan usaha menghadirkan majalah ini dapat bermanfaat dan diterima masyarakat untuk Kota Ternate tercinta ini khususnya dan untuk Indonesia pada umumnya,” ujranya.

Selain mendapat dukungan dari pemerintah Kota Ternate, lounching tersebut disponsori oleh BPCB Maluku Utara, Toko Makmur Utama, Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Tenate, Gekrafs Maluku Utara, Jarkot, dan Janglaha Printing. (Vez)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *