
[halmaheranews-TERNATE-11/12/2011]. Badan Penanggulangan Bencana Letusan Gunung Gamalama di Ternate Maluku Utara memperpanjang masa tanggap darurat bencana letusan gunung Gamalama hingga 15 Desember 2011 mendatang. Keputusan memperpanjang masa tanggap darurat setelah dilakukan evaluasi atas kondisi terakhir gunung Gamalama sejak letusan pertama hingga 11 Desember 2011 hari ini. Menurut Humas Posko Utama Penanggulangan Bencana Letusan Gunung Gamalama Sutopo Abdullah, pertimbangan utama perpanjangan tanggap darurat adalah bahaya banjir lahar dingin yang masih mengancam pemukiman warga akibat intensitas curah hujan yang masih tinggi.
” Hujan selama 30 menit saja sudah berpotensi menimbulkan banjir lahar dingin, masa tanggap darurat di perpanjang sambil menunggu upaya perbaikan tanggul yang bisa melindungi pemukiman warga dari terjangan banjir lahar dingin.”. Jelas Sutopo.
Meski demikian menurut Sutopo proses pemulangan pengungsi bisa jadi lebih cepat sebelum masa tanggap darurat berakhir bila upaya perbaikan tanggul bisa lebih cepat dilakukan oelh tim dari TNI dan Polri yang tengah bekerja membantu penanggulangan bencana bahaya lahar dingin letusan gunung Gamalama.

Saat ini status gunung Gamalama masih berada pada siaga level III,sementara sejumlah wilayah di kecamatan Pulau Ternate dan kecamatan Ternate Utara masih ditetapkan sebagai zona bahaya letusan Gamalama.
Jumlah warga dari kedua wilayah ini yang telah diungsikan hingga hari ini sebanyak 2.325 jiwa dari 594 kepala keluarga yang tersebar di enam titik lokasi pengungsian. Diantaranya di bekas kantor Gubernur Maluku Utara,Mess Persite Ternate, dan Kedaton Kesultanan Ternate,Musholla kelurahan Dufa-dufa,SMKĀ 2 Ternate dan di Toloko. Jumlah pengungsi terbanyak ditempatkan di bekas kantor Gubernur Malut sebanyak 625 jiwa yang merupakan warga keluarah Tubo kecamatan Ternate Utara.
Untuk masa tanggap darurat penanggulangan bencana letusan gunung Gamalama,pemerintah menggelontorkan dana sebesar 500 juta rupiah,yang terdiri dari 200 juta dana Pemerintah Kota Ternate dan 300 juta rupiah dana bantuan pusat.(end).




