Cengkeh Petani Tidore Mati Akibat Virus

Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

Ratusan pohon cengkih di lingkungan Talaga Tidore yang mati ranting hingga menjalar ke seluruh pohon (Foto: Humas Pemkot)

[halmaheranews-TIDORE-15/1/2012] Sekitar 100-125 pohon cengkih milik 15 kepala keluarga atau petani pekebun cengkih, di RT. 10 Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, mengalami mati ranting yang berakibat seluruh tanaman cengkih mati kering. Hingga saat ini jumlahnya mencapai  100 sampai dengan 125 pohon.

Demikian disampaikan Ketua Tim Observasi dan Investigasi Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kota Tidore Kepulauan, Imran Jasin,  setelah dia bersama empat rekannya yang lain melakukan pengecekan langsung ke lapangan setelah mendapat laporan dari Ketua RT. 10 Dusun Talaga, Majid Abdul dan masyarakat setempat beberapa waktu lalu.

Menurut Imran, umur tanaman cengkih yang mati bervariasi antara 29—33 tahun (tanam tahun 1978 s/d 1982). Serangan penyakit tersebut mulai tampak pada saat tanaman cengkih menjelang masa panen pada musim cengkih tahun 2011 lalu, yang berakibat petani gagal panen. Serangan penyakit tersebut masih berlanjut sampai saat ini, sehingga diperkirakan jumlah tanaman cengkih yang mati bertambah mencapai 1.500 1.875  pohon. “Dugaan sementara tanaman cengkih tersebut mati bujang/mati gadis akibat serangan virus,” jelas Imran

Imran  yang juga Kepala Bidang Program dan Peningkatan SDM pada BP4K ini, mengungkapkan bahwa akibatnya kerugian yang dialami para petani cengkih ditaksir sekitar Rp 525.000.000,- sampai dengan Rp. 656.250.000,– dengan perkiraan produksi rata-rata 5 kg/pohon dan harga Rp 70.000/kg. Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan temuan di lapangan, pihak BP4K Kota Tidore Kepulauan telah melakukan sejumlah langkah antisipasi sekaligus bersama dengan perwakilan dari petani cengkih memasukan laporan secara resmi kepada Walikota Tidore Kepulauan pada Jum’at (13/1) lalu.

Dari laporan masyarakat tersebut, Ketua RT 10 Talaga bersama masyarakat mengharapkan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini Instansi terkait, khususnya ahli hama dan penyakit cengkih, untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi/pencegahan sehingga mati ranting dan mati pohon cengkih tidak meluas ke daerah sekitar serta petani segera mendapat bantuan rehabilitasi tanaman cengkih dari Pemerintah(end).

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *