SMAN 3 Ternate Dipercaya Ikut Bimtek BPMP untuk Perkuat Pembelajaran Digital

SMA Negeri 3 Gelar Bimtek Pengibasan Digitalisasi dan AI in the Classroom

TERNATE, JN – Upaya pemerintah mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital terus digaungkan melalui berbagai pelatihan untuk tenaga pendidik. Tahun ini, tiga SMA di Kota Ternate dipercaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran yang diselenggarakan Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku Utara. Ketiganya yaitu SMAN 3, SMA Islam, dan SMAN 8 Kota Ternate.

Kegiatan pengimbasan digitalisasi berlangsung selama empat hari di Makassar, sementara Bimtek AI in the Classroom digelar selama tiga hari di Kota Tidore Kepulauan. Kedua program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendorong sekolah mengadopsi pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi.

Kepala SMAN 3 Kota Ternate, Karim Narawi, M.Pd, menjelaskan bahwa efek pelatihan tersebut mulai terlihat dalam proses belajar sehari-hari.
“Dalam beberapa hari ini guru-guru SMAN 3 banyak mengikuti kegiatan bimtek. Alhamdulillah, sekolah kami menjadi salah satu yang terpilih. Dampak pengimbasannya bagi guru sudah mulai tampak,” ujarnya.

Menurut Karim, pelatihan digitalisasi bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan murid dalam menghadapi era digital. Melalui kegiatan ini, para guru diwajibkan mempraktikkan berbagai aplikasi dan perangkat pembelajaran digital.

“Bimtek AI in the Classroom konsepnya lebih mendalam. Ini memberi ruang bagi murid untuk mengeksplorasi kemampuan mereka melalui teknologi, sekaligus mengembangkan potensi mereka sendiri,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kendala teknis guru, sekolah telah membentuk Komite Pembelajar. Tim ini bertugas mendampingi guru apabila mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran digital.
“Kami sudah membentuk komite pembelajar, sehingga jika guru menghadapi kendala, tim ini bisa cepat mendampingi,” tambah Karim.

Ia menegaskan bahwa implementasi pembelajaran digital akan terus diperkuat dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menuntut adaptasi teknologi baik dari guru maupun peserta didik.

Namun, Karim juga menyoroti persoalan jaringan internet yang hingga kini masih menjadi hambatan utama.
“Untuk pembelajaran digital, kendala terbesar hanya pada jaringan. Kami berharap pemerintah memberi perhatian karena proses digital tidak akan optimal tanpa dukungan jaringan yang baik,” harapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana digital, pihak sekolah telah mengusulkan pengadaan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) melalui Dana BOS pada tahun 2026 mendatang. (yUn)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *