Ekobis  

RAPBD Tikep 2012 Terbatas Sumber Pembiayaan

Citizen Reporter : Om Gogo Melaporkan dari Tidore

Walikota H. Achmad Mahifa saat memberikan jawaban atas pemandangan umum fraksi di DPRD pada Kamis (8/12) kemarin

[Halmaheranews-TERNATE-9/12/2011] Walikota Tidore Kepulauan,Drs. H. Achmad Mahifa, rabu (7/12) menyampaikan Pidato Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun Anggaran 2012 dan dihadiri Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, unsur pimpinan DPRD, Muspida dan Pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bertempat di

Jawaban walikota tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke 10 masa persidangan III Tahun 2011. Setelah menyimak pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, Walikota Mahifa memberikan penjelasan terkait pertanyaan dan koreksi terhadap Nota Keuangan dan Rancangan APBD oleh Fraksi PDI Perjuangan diantaranya mengenai dampak kebakaran Pasar Sarimalaha terhadap PAD Kota Tidore Kepulauan dijelaskan bahwa kondisi ini memang berpengaruh namun tidak terlalu signifikan, masih ada sector lain yang lebih besar kontribusinya terhadap PAD. Persoalan PDRB Kota Tidore Kepulauan masih didominasi sector pertanian, dan setiap tahun selalu ada kenaikan kontribui dari sector lainnya termasuk sector jasa dan perdagangan.

Terkait Proyek Reklamasi Pantai Tugulufa oleh Dinas Pekerjaan Umum, dijelaskan bahwa proyek tersebut telah dilaksanakan sesuai dokumen perencanaan penataan dan desain kawasan Tugulufa yang telah dibuat oleh Bappeda. Persoalan pembangunan jalan belakang Tuguiha merupakan aspirasi masyarakat Keluraha Tuguiha, Tomalou dan Gurabati yang tertuang didalam Musrembang Kelurahan. Untuk Pembangunan Jalan Tomadou Talaga, Pemerintah berjanji akan mencari sumber-sumber pendanaan lain yang akan dialokasikan untuk penuntasan pembangunan jalan Tomadou Talaga. Sedangkan usulan pembangunan Puskesmas Lifofa, Pemerintah akan mengupayakan penyiapan lokasi yang representative pada tahun 2012.

Terkait pandangan umum Fraksi Kerakyatan, Pemerintah mengakui adanya penurunan target PAD sebesar R. 30.000.000,- dari penerimaan tahun lalu dan hal ini akan menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Belanja pegawai yang masih sangat tinggi, pemerintah mengungkapkan bahwa jumlah Pegawai Negeri Sipil di Kota Tidore Kepulauan sudah cukup tinggi sehingga optimalisasi dalam tugas dan fungsi aparatur menjadi perhatian yang serius pemerintah dimasa yang akan datang. Proses Pembebasan lahan yang belum tuntas akan menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti sesuai kemampuan keuangan daerah.

Fraksi Persatuan Nasional Demokrasi yang mempertanyakan belanja hibah, Walikota menguraikan alokasi belanja hibah yang digunakan untuk hibah kepada organisasi kemasyarakatan dan stakeholder di Kota Tidore Kepulauan. Mengenai Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan bahwa estimasi yang disampaikan merupakan laba penyertaan modal pemerintah daerah pada perusahaan milik daerah dan penyertaan modal UKM. Selain itu dalam masalah pendidikan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan melalui dana DID tahun 2011 dalam membangun ruang kelas baru pendidikan taman kanak-kanak dan PAUD termasuk didalamnya satu Ruang Kelas Baru TK Pertiwi.

Menjawab Fraksi Golkar menyangkut PAD yang belum signifikan dan belanja Modal yang belum mendapat porsi berbanding lurus dengan belanja barang dan jasa, Pemerintah Daerah akan mengupayakan semaksimal mungkin dalam mencari sumber-sumber penerimaan lain dan melakukan penyesuaian kembali terhadap pos-pos belanja yang ada.

Mahifa menyadari bahwa masih banyak program dan kegiatan yang belum tertampung pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2012 dikarenakan terbatasnya sumber-sumber pembiayaan yang ada. “Namun kita tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat,” terang Mahifa

 

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *