HALMAHERAnews – Presiden RI Joko Widodo memenuhi keinginan Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba dan masyarakat Maluku Utara dengan meresmikan masjid raya Shaful Khairaat di Sofifi.
Sebelumnya, Presiden RI ke-7 itu bertindak selaku Imam sholat dzuhur dan selanjutnya melakukan penandantanganan prasasti pembangunan Masjid Raya Shaful Khairaat Rabu, (28/09).
Kepala Biro Adpim Setda Malut, Rahwan K. Suamba mengatakan, Presiden Jokowi sebelum menandatangani prasasti pembangunan Masjid Raya, terlebih dahulu menjadi imam sholat dzuhur berjamaah.
” Tadi, Pak Presiden menjadi Imam saat sholat dzuhur di Masjid Raya Shafil Khairaat Sofifi.” ujar Rahwan
Dalam Kunjungan kerjanya, Presiden bersama rombongan menuju ibukota Provinsi Maluku utara itu dalam rangka meresmikan masjid raya Shaful Khairaat Sofifi sekaligus memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

Kunjungan kerja presiden ke Maluku Utara yang mulai dari Kota Ternate. Jokowi langsung mengunjungi Kedaton Kesultanan Ternate dan mendapatkan gelar bangsawan oleh Sultan Ternate, Hidayatullah Syah yang didampingi Gubernur dan permaisuri, dilanjutkan kuker ke Kabupaten Halmahera Barat dan berakhir di ibukota Sofifi tepatnya di masjid raya Shaful Khairaat.
Gubernur Maluku Utara begitu sumringah usai penandatanganan prasasti pembangunan masjid raya Sofifi oleh presiden yang telah lama dinantikan warga ibukota ini, dengan kedatangan orang nomor satu ditanah air ini ke Sofifi, merupakan suatu pembuktian gubernur atas janjinya selama ini kepada masyarakat Malut.
Meski demikian, perlu diketahui bersama bahwa masjid raya Sofifi rupanya masih meninggalkan hutang sebesar Rp 5 Miliar lebih. Hal ini tentu saja diharapkan publik agar pemprov secepatnya menuntaskan proses hutang piutang kepada pihak ketiga dalam hal ini PT. Anugerah Lahan Baru sejak pelaksanaan STQ Tingkat Nasional digelar 2021 lalu. (yUn)







