HALMAHERAnews – Tahun ajaran 2022/2023 ini terdapat 221 santri baru di Pondok Pesatren (Ponpes) Harisul Khairaat Bumi Hijrah Ome Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.
221 Santri Baru ini merupakan santri untuk tahun ajaran 2022/2023 pada jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Mereka akan mengikuti Pekan Ta’aruf dan Khutbatul Arsy pada 18 – 21 Juli 2022.
Kepala Madrasah Aliyah Ponpes Harisul Khairaat, Sukardi Ahmad, M. Pd menyampaikan, Santri baru sejak Minggu (17/7/2022) sudah memasuki Asrama Ponpes setelah mereka melengkapi administrasi dan pelunasan biaya pendidikan dan syarat memasuki asrama lainnya.
Pada Pekan Ta’aruf kali ini menurut Sukardi, calon santri akan menerima materi standar memasuki ponpes seperti keutamaan menuntut Ilmu, sistem pembelajaran pesantren, sejarah pesantren, panca jiwa pesantren, etika dan dispilin pesantren, dan bentuk orientasi pada Ponpes.
Untuk masa penerimaan Santri baru, Sukardi mengakui bahwa animo masyarakat atau wali santri untuk medaftarkan putra-puterinya ke Ponpes relatif sesuai yang diharapkan serta kapasitas yang tersedia di Ponpes Harisul Khairaat.
Sukardi yang juga merupakan alumni dari ponpes Harisul Khairaat ome itu bilang bahwa orientasi pendidikan, sejak pembentukan Ponpes Harisul Khairaat pada tahun 1992 memoliki komitmen dan memberikan pembelajaran yang berorientasi pada terwujudnya santri yang agamis moderasi dan berkarakter akhlakul karimah.
“Orientasi utama pesantren adalah membenahi akhlak. Hadirnya pesantren selain santri beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, juga terwujudnya santri yang berakhlakul karimah,” ujar kepada Madrasah Aliyah Harisul Khairaat ini.

Kepada media ini Wisudawan Magister IAIN 2020 berharap nantinya para lulusan pesantren diberi kebebasan untuk menjadi apa saja, tidak bukan hanya menjadi ustadz atau ustadzah tapi bisa melanjutkan studi lain sesuai bakat dan minatnya.
“Lulusan pondok pesatren, bukan hanya bisa jadi seorang Ustadz atau Ustadzah, bisa menjadi Brimob, pejabat di pemerintahan, politisi, bisa juga jadi pengusaha dan lain-lain.
Terpisah, Alumni Ponpes Bumi Hijrah Juwairia Abd Kadir, S.Kom, M. Pd, berharap Ponpes mampu melahirkan alumninya yang berkualitas, melahirkan anak anak yang shaleh dan berguna untuk bangsa dan agama.
“Ponpes bisa melahirkan santri yang berkualitas, anak anak yang saleh dan berguna kelak untuk bangsa dan agama dan tentunya ini juga menjadi harapan orang tua para santri” harap Juwairiah yang saat ini sebagai Pengembang Teknologi Pembelajaran, Kapten Asesmen Nasional Berbasis Komputer pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini.
Ria sapaan Alumni Ponpes angkatan kedua bilang lagi bahwa sebenarnya banyak sekolah lainnya juga yang bisa mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang bermanfaat tapi dengan berkecimpung di dunia pendidikan yang dibarengi dengan pendekatan agama, dirinya yakin kesempatan juga sangat besar bagi ponpes Ome mencetak generasi Rabbani 4.0.
Senada, Syuaib Hi. Abdullah, salah satu alumni ponpes bumi hijrah angkatan pertama juga memberikan harapannya kepada Santri Baru. Semoga mereka bisa bersabar dalam menuntut ilmu di ponpes. Karena dengan kesabaran itulah awalnya kesuksesan bisa dicapai dan tetap mematuhi guru dan orang tua yang mendidik dan membesarkan.
“Harapan saya, semoga bisa sabar dalam menutut ilmu di pondok pesantren harisul khauraaat, karena dengan kesabaran itulah kesuksesan bisa dicapai dengan sempurna”, singkat Camat Gane Timur Halsel ini.(NR)








