Citizen reporter : Delfi Merdeka melaporkan dariTernate

[halmaheranews-TERNATE-5/1/2012] Ribuan pengungsi akibat banjir lahar dingin letusan gunung Gamalama di ternate Maluku Utara akhirnya di pulangkan ke rumahnya masing-masing oleh Badan Penanggulangan Bencana Kota Ternate. Meski curah hujan masih tinggi dan potensi banjir lahar dingin masih mengancam pemukiman warga, namun pemulangan pengungsi yang mendiami sembilan titik lokasi pengungsian ini tetap dilakukan pemerintah kotaTernate.
Sebagian pengungsi mengemukan keberatannya bila harus dipulangkan karena kondisi rumah mereka masih rusak dan belum layak huni karena ketiadaan pasokan air bersih dan listrik. Sementara itu 54 Kepala Keluarga yang rumahnya rata dengan tanah akibat lahar dingin pada 27 Desember 2011 lalu, saat ini ditempatkan di posko pengungsian di Sanggar Kegiatan Belajar ( SKB) Keluarahn Dufadufa kecamatan Ternate Utara sebagai hunian sementara.
Sebelumnya pada 27 Desember 2011 lalu banjir lahar dingin kembali menerjang dan menewaskan tiga orang warga serta merusak puluhan rumah warga di 12 kelurahan di kota Ternate. Akibatnya Badan Penanggulangan Bencana Kota Ternate terpaksa mengungsikan sedikitnya 3.334 jiwa dari 813 kepala keluarga yang berada di daerah rawan bencana banjir lahar dingin seperti kelurahan Tubo, Dufadufa, Akehuda, Marikurubu, Takoma, Salahuddin dan Kalumpang. (end)




