Citizen reporter : Delfi merdeka melaporkan dari Ternate
[halmaheranews-TERNATE-18/5/2011]. Pemadaman listrik di kota Ternate dan sejumlah kota lainnya di Maluku Utara sepertinya tak pernah usai. Dalam sebulan terakhir, aktivitas pemadaman listrik terus terjadi dengan intensitas pemadaman yang sangat tinggi, yaitu tiga kali dalam sehari, dengan lama pemadaman antara 3-5 jam.
Pemadaman listrik tersebut terus menuai protes dari warga yang merasa terganggu aktivitas kesehariannya, selain itu warga juga mengeluh karena kondisi tersebut membuat peralatan elektronik milik warga sering cepat rusak karena tidak stabilnya suplay listrik. ” sudah sebulan terakhir, listrik padam terus, sangat menggangu aktivitas dan merugikan masyarakat karena alat elektronik lekas rusak” ungkap Dodi salah seorang warga kelurahan Soasio Ternate.
Masalah ketersedian listrik di Maluku Utara hingga kini masih menjadi problem yang belum terselesaikan. Harapan rampungnya proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Rum Tidore denagn kapasitas 2×7 mega watt pada tahun 2011 ini sangat dinantikan warga, agar krisis listrik bisa secepatnya teratasi. sejauh ini proyek PLTU Rum tersebut sudah merampungkan pemasangan kabel listrik bawah laut, yang menghubungkan Rum dengan Ternate.
Krisi listrik ini terjadi di berbagai wilayah di Maluku Utara, dan menjadi menjadi masalah yang pelik. Kemampuan mesin-mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang merupakan warisan dari jaman penjajahan belanda tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan listrik, ditengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan perekonomian warga.(end)




