HALMAHERAnews – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dibawah kepemimpinan Suleman Bobote, berhasil mendulang sejumlah prestasi. Salah satu diantaranya yakni berhasil memperoleh predikat sebagai PDAM berkinerja baik dengan kategori sehat selama dua kali berturut-turut (2020 – 2021).
Direktur PDAM Halsel, Suleman Bobote kepada halmaheranews.com, Selasa (13/3)2023) mengatakan, dari seluruh Kabupaten Kota se Maluku Utara (Malut), hanya ada dua kabupaten yang disebut berkinerja baik dengan kategori sehat yakni Halsel dan Halmahera Barat (Halbar). “Alhamdulillah kita di Halsel sudah dua kali berturut-turut memperoleh prestasi ini. Kalau tahun sebelumnya yakni 2020 itu hanya Halsel yang memperoleh predikat ini, dan di tahun 2021 ada tambahan lagi yakni dari Halbar. Jadi kita sudah dua kali ini,”jelasnya.
Predikat ini diperoleh berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang dilakukan oleh BPKP RI Perwakilan Malut. “Untuk tahun 2022 hasilnya belum keluar karena masih dalam tahap audit BPKP, tapi kita optimis bisa pertahankan prestasi ini,”kata Suleman.
Menurut dia, ada beberapa aspek yang menjadi ukuran penilaian terhadap keberhasilan pengelolaan sistem penyediaan air minum di PDAM Halsel yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan SDM. “Dari beberapa aspek ini yang menentukan kita bisa masuk kategori sehat atau tidak,” jelasnya.
Selain berhasil memperoleh predikat tersebut, PDAM Halsel dibawah kepemimpinannya juga berhasil menekan angka kerugian selama beberapa tahun terakhir ini. Dari hasil audit keuangan, PDAM Halsel sebelumnya tercatat mengalami kerugian sebesar Rp5,180 miliar pada tahun 2020, turun menjadi Rp4,649 miliar di tahun 2021. Kemudian di tahun berikutnya yakni 2022, hasil audit laporan keuangan, kerugian PDAM Halsel tersisa Rp523 juta lebih.
“Alhamdulillah kita mampu menekan hingga kerugian kita tersisa Rp500-an juta. Ini terjadi karena pendapatan air dan pendapatan non air meningkat. Selain itu karena kita melakukan beberapa efisiensi seperti efisiensi penagihan, biaya pengolahan, biaya beban dan lainnya,”pungkas Suleman.
Lebih lanjut, Suleman menegaskan, dengan capaian tersebut, maka di tahun-tahun mendatang PDAM Halsel akan mampu memperoleh laba. “Insya Allah kita optimis di masa mendatang kita bisa ciptakan laba. Karena kita mampu tekan kerugian hingga tinggal Rp500 juta lebih dalam waktu singkat dari sebelumnya Rp5 miliar lebih,”tandasnya. (red)




