PDAM Halmahera Selatan Masuk Nominasi TOP BUMD Awards 2025

Kantor PDAM Halmahera Selatan (foto: lensamalut.co)

HALMAHERANEWS – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, berhasil mencetak sejarah baru. Setelah bertahun-tahun merugi, PDAM Halsel kini mencatatkan kinerja positif dan terpilih menjadi salah satu nominator TOP BUMD Awards 2025. Perusahaan Daerah Air Minum ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia setelah berhasil mencetak kinerja positif meski dihadapkan pada tantangan geografis yang berat.

Wilayah operasional PDAM Halsel meliputi daerah kepulauan di Maluku Utara, seperti Pulau Bacan, Obi, Kasiruta, dan Mandioli. Letak geografis yang terpencil dan sulit diakses menjadikan operasional PDAM ini sangat menantang. Namun, berkat berbagai inovasi dan penerapan digitalisasi, PDAM Halsel mampu bangkit dari kondisi kerugian yang dialami sejak 2006 hingga 2022, dengan total kerugian terakumulasi mencapai Rp39,02 miliar.

Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, mengungkapkan bahwa perusahaan mulai mencatatkan laba sebesar Rp1,99 miliar pada 2023. Hal ini didukung oleh berbagai langkah strategis, seperti penetapan tarif baru, reklasifikasi golongan pelanggan, dan pemasangan 743 meter pelanggan udara.

“Kami telah berhasil meningkatkan kinerja perusahaan dengan berbagai inovasi, terutama digitalisasi yang kini diterapkan di semua unit pelayanan. Meski awalnya hanya tersedia di kantor pusat, sistem ini terus dikembangkan menggunakan teknologi internet satelit untuk menjangkau unit-unit di luar Pulau Bacan,” jelas Soleman saat sesi penjurian daring TOP BUMD Awards, Selasa (14/1/2025).

Digitalisasi menjadi salah satu kunci kesuksesan PDAM Halsel. Aplikasi PASS System, yang pertama kali diimplementasikan pada 2020, digunakan untuk pengelolaan data internal seperti pembacaan meter, billing, dan pemantauan pelanggan. Teknologi ini memungkinkan akurasi data yang lebih baik, efisiensi pengolahan informasi, dan peningkatan pendapatan perusahaan. Selain itu, aplikasi ini juga meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui transparansi dan pelayanan yang lebih cepat.

Berdasarkan penilaian Kementerian PUPR, PDAM Halsel meraih nilai kinerja 2,97 dengan kategori sehat, menjadikannya PDAM nomor satu di Maluku Utara. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri memberikan nilai kinerja 67,06 dengan predikat baik.

Beberapa indikator kinerja positif yang dicatat pada 2023 meliputi tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) sebesar 20,37%, rata-rata jam layanan mencapai 20,94 jam per hari, dan cakupan layanan teknis sebesar 45,85%. Dari sisi keuangan, Return on Equity (ROE) mencapai 7,43%, rasio operasional sebesar 0,88, efektivitas penagihan 82,11%, dan solvabilitas hingga 3.900,81%.

Selain itu, jumlah pelanggan PDAM Halsel terus meningkat. Pada 2023, tercatat 17.305 pelanggan dari target 17.614 (98,45%). Meski belum mencapai target sepenuhnya, jumlah ini meningkat sebesar 1,65% pada 2024 menjadi 17.590 pelanggan.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa PDAM Halsel mampu bersaing di tingkat nasional dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Selain berhasil mencatatkan laba, PDAM Halsel juga memastikan semua aset perusahaan berfungsi optimal dan tidak ada lagi yang berstatus tidak termanfaatkan.

Dengan capaian ini, PDAM Halsel diharapkan dapat terus berinovasi dan menginspirasi BUMD lain untuk menghadapi tantangan dengan solusi yang adaptif dan berkelanjutan. (Red)

 

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *