Citizen reporter : Delfi Merdeka melaporkan dari Tidore
[halmaheranews-TIDORE-4/4/11] Dampak buruk dari angin kencang yang melanda kota Tidore beberapa hari belakangan ini, juga dirasakan oleh para pedagang pasar Sarimalaha. Kios-kios yang dibangun secara darurat menggunakan bahan kayu dan papan tidak luput dari amukan angin kencang tersebut.
Dari amatan langsung di pasar Sarimalaha, banyak lapak-lapak pedagang yang berada di depan lokasi pasar yang terbakar yang hancur dan berserakan jalan. Begitu pun dengan para pedagang kaki lima yang berada disebelah timur lokasi pasar yang terbakar, lapak-lapak dilokasi tersebut yang baru saja diperbaiki setelah hancur pada angin kencang pert
ama hari rabu, kembali kembali hancur diterpa angin pada sabtu malam kemarin.
Para pedagang mengharapkan agar pasar permanen yang akan dibangun oleh pemerintah lebih cepat terwujud. Mereka takut musibah seperti ini akan kembali datang, mengingat bangunan pasar yang sekarang mereka tempati berbahan baku yang mudah rusak oleh angin kencang.
“ Sebaiknya pemerintah secepatnya membangun bangunan permanent di pasar ini, kondisi pasar seperti ini selain merugikan, juga membahayakan keselamatan pedagang “ kata Eldawati, seorang pedagang pasar Sarimalaha.
Sementara itu dilokasi penampungan sementara korban kebakaran pasar Sarimalaha, kerusakan juga terjadi namun tidak begitu parah, hanya terdapat dua kios yang atap terasnya rubuh. Sedangkan disamping utara lokasi pasar yang berada di area terminal sebelah selatan, banyak lapak yang hancur dengan kondisi parah.
Pasca terbakarnya pasar Sarimalaha pada Maret 2010 lalu, kini para pedagang pasar terpaksa bertahan di kios-kios darurat yang mereka bangun. Sambil menunggu janji pemerintah membangun kembali bangunan pasar yang telah habis terbakar. (end)




