HalmaheraNews – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan keprihatinannya atas besarnya utang obat yang ditanggung RSUD dr Chasan Boesoerie, Ternate, Maluku Utara. Rumah sakit tersebut diketahui memiliki utang kepada pihak ketiga yang mencapai Rp 60 miliar, jumlah yang dinilai sangat besar dan mencerminkan buruknya pengelolaan keuangan.
“Saya sangat menyayangkan kondisi ini. Dana sebesar itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kesehatan atau bahkan membangun gedung baru,” ujar Budi saat menghadiri acara peresmian pembangunan RSUD Maba di Halmahera Timur, Minggu (9/3/2025).
Menurutnya, kondisi keuangan rumah sakit yang tidak sehat dapat berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa rumah sakit pemerintah seharusnya mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan baik agar tetap dapat memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, terutama peserta BPJS Kesehatan.
Budi juga menekankan perlunya perbaikan tata kelola rumah sakit, termasuk dalam sistem pembelian dan distribusi obat. Ia memastikan bahwa Kementerian Kesehatan akan memberikan pendampingan untuk meningkatkan manajemen RSUD dr Chasan Boesoerie agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita akan bantu dalam penyusunan master plan dan pendampingan manajemen agar rumah sakit ini tidak hanya memiliki fisik yang baik, tetapi juga pengelolaan keuangan yang sehat,” tegasnya.
Pemerintah terus mendorong peningkatan layanan kesehatan di berbagai daerah, termasuk dengan memperbaiki sistem keuangan rumah sakit daerah agar lebih efisien dan berkelanjutan. (Red)






