Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

[halmaheranews.com- 8/09/2011] Sebanyak 32 orang warga Negara Portugis yang tergabung dalam Centro Nasional Cultura (Pusat Budaya Nasional) bekerjasama dengan Center Of Studies of People and Cultura of Portuguese Expression (Pusat Studi Masyarakat dan Budaya Portugis), Kamis (8/9) pagi, sekitar pukul 09.50 Wit, berkunjung di Tidore.
Tim yang dimpimpin Mr. Guliheme d’Oliveira Martins tersebut tiba di Pelabuhan Rum menggunakan dua buah speed boat dan diterima Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore, Drs. Asrul Sani Soleiman, dengan mengemban misi mencari jejak sejarah Portugis di Tidore. Setelah disambut dengan prosesi adat joko hale oleh kesultanan Tidore dsan tarian adat, rombongan menuju dan melihat dari dekat bekas benteng Tahula dan tugu pendaratan Sebastian Elcano di Kelurahan rum Balibunga.32 orang warga Portugis tersebut terlihat serius mengamati dengan cermat sissa-sisa dinding benteng yang terbuat dari batu .
Usai dari benteng Tahua rombongan menuju benteng Portugis di Kelurahan Soasio, yaitu benteng Tahula. Meskipun harus menaiki sekitar 119 anakan tangga yang menanjak, mereka tetap bersikeras untuk mencapai benteng dan mengambil gambar dari dekat. Selanjutnya mereka menuju ke Kedaton Kesultanan Tidore dan diterima Sultan Tidore H. Mudafar Sjah dan permaisuri Boki Suhaimi didampingi Sekretaris Sultan M. Amin Faruk bersama bobato adat.
Sulatn Tidore H. Djafar Sjah dihadapan rombongan meminta kepada Tim Pencari Jejak Sejarah Portugis di Tidore ini agar menindaklanjuti hasil kunjungan mereka ke Tidore dalam bentuk kerjasama renovasi benteng dan peninggalan sejarah Portugis di Tidore oleh pemerintah Portugis. Sultan juga berharap agar adanya kepedulian pemerintah pusat dan Pemerintah Portugis terhadap kelestarian situs-situs sejarah bangsa Portugis yang ada di Tidore.
Mendengar harapan Sultan tersebut, ketua rombongon Mr. Guliheme d’Oliveira Martins, berjanji akan meneruskan dan memperjuangkannya melalui lembaga yang dipimpinnya kepada pemerintah portugis, termasuk kepada kedutaaan besar Portugis. “Kami datang ke sini untuk mencari dan menemukan jejak sejarah Portugis di Tidore, setelah kembali ke Portugis, kami akan menyampaikan dan memperjuangkan kepada pemerintah Portugis agar mau datang dan melihat sekaligus meronovasi kembali benteng Portugis di sini. Kami juga senang dan beterima kaish, karena disambut dengan ramah dan baik,” jelas Mr. Guliheme d’Oliveira Martins dalam bahasa Portugis dan dterjemahkan oleh rekannya Mr. Roberto Carneioro.
Tatap Muka Dengan Pemkot Tikep
Sebelum menuju Kantor Walikota, rombongan sempat singgah di benteng Tore yang dibangun bangsa Portugis di samping kanan Kedataon Kesultanan Tidore. Selanjutnya rombongan dijamu oleh Plt. Sekda Dra. Hj. Kartini Elake mewakili walikota Tidore besama Muspida sekaligus bertatap muka dengan jajaran pemerintah kota di Aula Sultan Nuku Kantor Walikta Tidore. Di tempat ini rombongan juga disambut dengan tarian adat kapita dari Kelurahan Gurabunga. Atas nama pemerintah derah, Hj. Kartini Elake berharap kunjungan tersebut makin memperkuat hubungan dan semangat kerjasama di bidang sejarah dan kebudayaan antara Negara Portugis dengan Indonesia, terutama dengan sejarah dan budaya Tidore.

Menurut Hj. Kartini Elake sejumlah benteng bersejarah milik bangsa Portugis hingga kini tetap dijaga dan dipelihara oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat sebagai bagian dari catatan dan bukti sejarah kedatangan bangsa Portigis di Tidore. Ketua Tim Mr. Guliheme d’Oliveira Martins menambahkan pihaknya juga berjanji akan menyampaikan hal-hal yang mereka temukan selama berkunjung di Tidore kepada masyarakat dan pemerintah Portugis demi kepentingan hubungan dan kerjasama dengan Bangsa Indonesia pada umumnya dan Tidore khususnya..
Usai bertatap muka dengan jajaran pemerintah daerah dan Muspida Kota Tidore Kepulauan, rombongan mencoba permainan tradisional bambu gila di halaman kantor walikota Tidore, selanjutnya melihat dari dekat dan berbelanja di pasar tradisional di Goto, pasar Sarimalaha dan mengunjungi serta berwisata ke pantai Akesahu, selanjutnya sekitar pukul 17.00 Wit mereka meninggalkan Tidore menuju Ternate.(end)




