Kota Tikep Bebas Kaki Gajah 2015

Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

Foto : Walikota H. Achmad Mahifa (Kanan) didampingi Dr. Thomas Suroso, M.Ph (by. Om Gogo)

Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan menargetkan selama lima tahun kepemimpinan Walikota H. Achmad Mahifa dan Hamid Muhammad, periode 2010-2015, Tidore bebas dari Filariasis atau penyakit kaki gajah.

Target tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk penandatangan rekomendasi tentang Kesepakatan Kesanggupan Pelaksanaan Program Eliminasi Filariasis Kota Tidore Kepulauan oleh Walikota Drs. H. Achmad Mahifa, disaksikan Ditjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dr. Thomas Suroso, M.Ph, Drh. Sitti Ganefa, M.Epid, Kasie Bimbingan Evaluasi Subdit Pengendalian Filariasis dan Kecacingan Ditjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Dr. Abdullah Maradjabessy, di sela-sela kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Eliminasi Penyakit Filariasis Tahun 2011 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan di ruang rapat Walikota Tidore, Selasa (3/5) pagi.
Kesepakatan tersebut dibuat sebagai dasar pelaksanaan program Eliminasi Filariasis di Kota Tidore Kepulauan. Rekomendasi kesepakatn terdiri dari kesanggupan untuk melaksanakan Program Eliminasi Filariasis yang meliputi Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis di seluruh wilayah kota sekali setahun selama minimal 5 tahun berturut-turut dan penatalaksanaan penderita filariasis kronis, serta kesanggupan untuk melaksanakan program Eliminasi Filariasis diwujudkan dengan penyediaan dana operasional kegiatan yang bersumber dari APBD dan dana lain yang sah menurut ketentuan peraturan yang berlaku.

.Walikota H. Achmad Mahifa meminta dinas kesehatan, kepala Puskesmas se Kota Tidore Kepulauan serta para camat agar secara aktif mendukung Pelaksanaan Program Eliminasi Filariasis Kota Tidore Kepulauan diwilayah kerja masing-masing. Menurut Mahifa, di Kota Tidore Kepulauan sudah ditemukan lima kasus penderita penyakit filariasis atau penyakit gajah, untuk itu Dinas Kesehatan, pimpinan dan tenaga kesehatan di puskesamas serta para camat agar segera melakukan langkah-langkah pencegahan dengan cara mengecek, menginventarisir serta mengenali langsung penderita filariasis di wilayah masing-masing.
”Diupayakan agar penderita penyakit kaki gajah di wilayah Kota Tidore Kepulauan tidak lagi bertambah. Peran petugas kesehatan di tingkat puskesmas serta para camat sangat penting. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” terang Walikota Mahifa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Dr. Abdullah Maradjabessy, menambahkan target Tidore bebas penyakit kaki gajah lima tahun ke depan tersebut terus diupayakan setiap tahun anggaran melalui kegiatan atau program yang sumberdananya dari APBN, APBD maupun kerjasama dengan lembaga internasional yang menangani masalah kesehatan. Dikatakan lima kasus filariasis di Kota Tidore Kepulauan tersebar di Kelurahan Mareku dan Rum, Kecamatan Tidore Utara dua kasus, Desa Toseho, Oba, dua kasus dan satu kasus lagi ditemukan di Dusun Gosale, Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara. Di sela-sela kegiatan, Dr. Thomas Suroso M.Ph menyampaikan Presentasi Kebijakan Nasional Eliminasi Filariasis.(End).

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *