Citizen reporter : Om Gogo Melaporkan dari Maitara

[halmaheranews-MAITARA-4/12/2011] Festival Maitara yang dibuka secara resmi oleh Walikota Tidore Kepulauan Drs, Achmad Mahifa di Pulau Maitara Maitara, Kecamatan Tidore Utara, sejak tanggal 3-4 Desember kemarin, resmi berakhir. Kegiatan bertema “Nonao Se Honyoli Kie Se Gam, Duka Se Gogoru Kie Se Gam” yang bermakna Kenalilah Negerimu dan Cintailah Negerimu. Kota Tidore Kepulauan, tersebut, mampu mengundang perhatian ribuan orang, baik Dari Tidore, Ternate maupun kabupaten terdekat lainnya.
Walikota H. Achmad Mahifa menjelaskan bahwa Maitara festival tahun 2011 merupalan salah satu bagian dari upaya pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kebuayaan dan Pariwisata untuk memperkenalkan dan mempromosikan pesona keindahan alam yang ada di Pulau Maitara sekaligus memperkenalkan ragam budaya yang ada di Kota Tidore.
“Kita semua berharap event Maitara Festival yang digelar setiap tahun tidak sekedar menjadi acara seremonial dan hiburan semata, tetapi mampu manghasilkan karya nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Maiatara khususnya dan masyarakat Kota Tidore Kepulauan umumnya” Lanjut Achmad Mahifa
Sementara disela-sela pembukaan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan Drs. Hi. Asrul Sani Solaiman juga menyatakan bahwa Pulau Maitara telah dipromosikan sejak dulu sebagai pulau terindah diIndonesia, sebagaimana fakta pada foto arsip nasional. Maitara telah menjadi aikon pulau terindah dan telah mengIndonesia, itu terbukti pada gambar pecahan uang Seribu Rupiah maupun di media cetak.
Asrul Sani Solaiman berharap, agar Pulau Maitara dan Rum di Kota Tidore Kepulauan dapat dijadikan sebagai daerah tujuan wisata, “Makna konsep Sadar Wisata dan Sapta Pesona juga nerupakan sikap mental yang mewarnai kehidupan masyarakat secara keseluruhan dalam bingkai masyarakat adat Se Atorang dan Toma Loa Se Banari”. Demikian asrul sani menambahkan.
Mardiah Marsaoly, Ketua Penyelenggara ive,n ini menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memperkenalkan dan mempromosikan Pulau Maitara dan kawasan Rum sebagai daerah tujuan wisata, meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi obyek wisata serta semangat kreatif bagi generasi muda untuk lebih mencintai negerinya sejak usia dini.
Meriah Dengan Berbagai Lomba

Penyelenggaraan Festival Maitara atau Maitar Fest ke 3 Tahun 2011 berlangsung meriah, kemeriahan acara ini bukan saja karena dihadiri oleh ribuan pengunjung, namun juga nampak pada antusiasme warga masyarakat untuk mengikuti kegiatan lomba yang diselenggarakan pihak panitia., diantaranya lomba renang Maitara-Rum yang diikuti 64 orang mengambil posisi start di sepanjang garis pantai di sekitar pelabuhan Maitara.Parapeserta lomba renang ini menempuh jarak sekitar 700 meter menuju garis finish yang berada di garis pantai Kelurahan Rum Balibunga. Sedianyan sebanyak 112 peserta yang mendaftar, lomba renang, namun setelah melaui pemeriksaan kesehatan yang memenuhi syarat hanya 64 orang.
Dilokasi wisata Maitara juga digelar lomba masakan tradisional daerah Tidore yang berbahan dasar buah Amo atau Sukun yang merupakan tanaman asli pulau Maitara yang diikuti oleh 10 kelompok peserta.
Sementara itu di kelurahan Rum Balibunga juga berlangsung pameran ekonomi kreatif. Dalam pameran ini ditampilkan sejumlah hasil kerajinan dan produksi asli masyarakat Tidore antara lain, dari Kelurahan Toloa menampilkan kerajinan pandai besi berupa parang, kuda-kuda dan kukuran kelapa, dari Desa Mare menampilkan kerajinan gerabah berupa vas bunga, asbak, kendi dan guci. Dari Kelurahan Jaya menampilkan aneka hasil olahan sagu berupa sagu aneka rasa, dari Kelurahan Dowora menampilkan Kerajinan tangan berupa anyaman bambu seperti Saloy dan Tolu. Kelurahan Tuguiha menampilkan olahan minyak cengkeh yang yang berguna bagi pengobatan, dan Kelurahan Kalaodi menampilkan hasil olahan buah melinjo berupan kerupuk emping.
Perlobaan lain yang tak kalah menarik adalah lomba menggambar Pulau maitara yang diikuti oleh peserta dari siswa Sekolah Dasar se Pulau Tidore sebanyak 255 peserta. Bahkan Walikota bersama unsur Muspida menyempatkan diri berbaur bersama siswa-siswi SD untuk ikut menggambar Pulau Maitara. Aksi Walikota ini mendapat perhatian dari seluruh pengunjung yang hadir di Festival Maitara ini, bahkan ada beberapa pengunjung yang mengabadikan kegiatan Walikota menggambar Pulau Maitara ini (end).
Juara lomba renang sendiri didominasi oleh warga kelurahan Bobo masing-masing juara I Ahlan Ishak, juara II Umar Ali, juara III Sukri Suaib, juara IV Hamsa H, juara V Ilham dan juara VI diraih peserta dari Kelurahan Toloa Fahri. Juara Faforit Lomba Menggambar Pulau Maitara diraih Akila Khusnul Khatimah tingkat umum, Nadia Wahid dan Bambang Dukomalamo dari SDN 1 Toloa. Sementara juara lomba memasak makanan tradisional berbahan dasar Sukun yang diikuti oleh 10 kelompok selain mendaoat bonus masing-masing kelompok Rp. 1 juta dari walikota para juara juga mendapat hadiah dari panitia.(end)





