HalmaheraNews – Banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua, Kota Ternate pada Minggu (25/08/2024) telah menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga dan memaksa banyak keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Menanggapi situasi darurat ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara (Kemenag Malut) bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi para korban.
Bantuan yang diberikan oleh Kemenag Malut berupa 120 nasi bungkus dan 33 dus air mineral, yang langsung didistribusikan kepada warga yang paling membutuhkan. Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial dari aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag Malut.
“Kami sangat prihatin dengan musibah ini dan segera bergerak memberikan bantuan awal untuk warga yang terkena dampak. Semoga ini bisa meringankan beban mereka,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Malut, H. Amar Manaf.
Tidak hanya bantuan makanan dan minuman, Kemenag Malut juga berupaya menggalang donasi tambahan dari ASN dan masyarakat umum untuk kebutuhan lainnya seperti pakaian, selimut, dan perlengkapan dasar. Bantuan tambahan ini direncanakan akan segera didistribusikan guna mendukung kebutuhan harian para pengungsi yang terdampak banjir.
Dalam insiden ini, salah satu ASN Kemenag Malut, Wan Abdullah yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Sahu Timur, dilaporkan hilang. Pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan, dan Kepala Kanwil Kemenag Malut mengajak masyarakat untuk mendoakan agar semua korban yang belum ditemukan, termasuk Wan Abdullah, dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Semua ASN di lingkup Kemenag Malut, baik di Ternate maupun Halmahera Barat, sudah kami arahkan untuk ikut serta dalam proses pencarian. Semoga dengan kerjasama dan doa kita semua, pencarian bisa segera menemukan titik terang,” kata H. Amar Manaf. (Red)







