Kekurangan Dokter Spesialis, Kadis Kesehatan Tikep Mengadu ke Komisi IX DPR-RI

Komisi IX DPR RI usai dialog dengan jajaran pemerintah kota mengunjungi Rumah Sakit Derah Tidore (Foto : Om Gogo)
Komisi IX DPR RI usai dialog dengan jajaran pemerintah kota mengunjungi Rumah Sakit Derah Tidore (Foto : Om Gogo)

Citizen reporter : Om Gogo melaporkan dari Tidore

[halmaheranews-TIDORE-28/07/2011] Anggota Komisi IX DPR RI beserta mitra kerjanya, Selasa (26/7) pagi melaukan kunjungen kerja ke Kota Tidore Kepulauan, rombongan tiba di pelabuhan Rum pukul 09.10 WIT, diterima Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan, Mochtar Sangaji, S.IP. Mitra kerja yang datang bersama anggota Komisi IX DPR-RI meliputi Departemen Kesehatan RI, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, BNP2TKI, Badan POM, PT. Jamsostek, dan PT. Askes.

Selama di Tidore, rombongan yang berjumlah sekitar 40 orang yang dipimpin Ketua Tim DR. Surya Chandra Surapaty bertatap muka dengan Wakil Walikota Tidore Drs. Hamid Muhammad, unsur Muspida, Plt. Sekda, staf ahli walikota, para asisten dan pimpinan SKPD dipusatkan di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota Tidore Kepulauan.

DR. Surya Chandra Surapaty dalam tatap muka menyatakan bahwa kunjungan kerja Komisi IX DPR RI Ke Kota Tidore Kepulauan, Reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2010-2011 bertujuan untuk menggali informasi dalam bidang pengawasan pembangunan di daerah serta mensosialisasikan program kerja komisi IX utamanya dalam bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kependudukan.

Di sela-sela dialog, instansi yang terkait dengan bidang Komisi IX seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit daerah, Tansmigarsi dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ikut menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi selama ini. Kepala Dinas Kesehatan Dr. Abdullah Maradjabessy, misalnya, meyampaikan kendala yang dihadapi Kota Tidore Kepulauan dalam bidang kesehatan yaitu terbatasnya dokter ahli atau dokter spesialis, tidak ada dokter di empat puskesmas, usulan untuk dokter PTT tidak diakomodir oleh Pusat, mekanisme Jamkesmas sering terlambat serta kurangnya dokter spesialis yang ada di Kota ini.

Wakil Walikota Drs. Hamid Muhammad di hadapan rombongan memaparkan kondisi dan sejarah Kota Tidore Kepulauan yang memiliki peran penting dalam perjuangan pembebasan Irian Barat kembali ke pangkuan NKRI. Hamid Muhammad berharap kepada komisi IX DPR-RI agar ikut memperjuangkan alokasi dana khusus untuk pembangunan Kota Tidore Kepulauan kedepan.

Anggota Komisi IX berjanji akan memperjuangkan masalah yang dihadapi Kota Tidore Kepulauan melalui mitra kerja mereka pada kementerian terkait. Sejumlah anggota Komisi IX juga meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk terus menggenjot dan mempromosikan potensi pariwisata di Tidore Sail Indonesia Morotai 2012, memberdayakan potensi serta terus berupaya dan proaktif menyelesaikan masalah dan kendala yang dihadapi di daerah. Usai tatap muka dan dialog, rombongan Komisi IX meninjau kondisi Rumah Sakit Daerah Tidore danĀ  mengunjungi Kedaton Kesultanan Tidore.(end)

">

Respon (2)

  1. Tentu saja harus marah, kesehatan merupakan satu pusat kehidupan dalam menjalankan roda kehidupan. Tanpa kesehatan kita tidak akan bisa bekerja dan lain2 ??!!

    Jangan heran kalau dokter spesialis tidak ada di todore. Anda tau brapa harga yang di kwluarkan untuk menjadi seprang dr. Speaialis ?? Besar sekali. Jika ingin ada dr maka gajinya juga harus besar biar 4 puskesmas ada dr.nya,.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *