Citizen reporter : Delfi Merdeka melaporkan dari Tidore
[halmaheranews-TIDORE-24/08/2011] Lalu lintas angkutan penyeberangan feri Rum-Basitiong seminggu jelang lebaran idul fitri tahun ini mulai terlihat padat. Kepadatan penyeberangan feri Rum-bastiong tersebut didominasi oleh mobil-mobil angkutan barang seperti truk dan mobil kap terbuka yang mengangkut kebutuhan pokok sehari-hari serta berbagai barang kebutuhan rumah tangga lainnya.
Meningkatnya volume pengguna jasa angkutan feri tersebut membuat feri penuh sesak oleh kendaran-kendaraan. Beberapa kendaran bahkan terpaksa tertunda keberangkatannya akibat muatan kapal Feri telah melebihi kapasitas. Tercatat pada hari senin (22/8) kemarin ada 5 buah kendaraan yang tidak termuat untuk diseberangkan dari pelabuhan feri Bastiong Ternate.
Pihak ASDP Ternate akan menambah armada feri untuk memenuhi kebutuhan angkutan jelang lebaran, terutama pada puncak arus mudik yang diperkirakan mencapai tingkat kepadatannya mulai H-3 lebaran..
Sementara itu pada hari raya idul fitri nanti, pihak ASDP akan melakukan system yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu dalam pelayanan hari pertama dan kedua lebaran, system pemberangkatan feri dibuat dengan sitem “tiba-berangkat” yang berarti satu feri berangkat disusul oleh satu armada feri yang tiba dan tidak akan terputus hingga malam hari. Kebijakan tersebut diambil untuk rute Bastiong-Rum karena setiap tahunnya pengguna jasa penyeberangan feri pada hari H lebaran cukup tinggi dari hari biasanya.(end).




