Citizen Reporter : Delfi Merdeka Melaporkan Dari Ternate

[halmaheranews-TERNATE-11/12/11] Setelah mereda selama beberapa hari, gunung Gamalama di Ternate Maluku Utara kembali meletus sore tadi. Berdasarkan laporan pos pemantau aktivitas gunung Gamalama, letusan terjadi pada pukul 17.57 WIT,dengan lama letusan 15 menit 15 detik.
Letusan gunung Gamalama sore tadi juga menyemburkan awan hitam tebal dan debu vulkanik dengan ketinggian mencapai 1000 meter diatas puncak Gamalama. Arah angin membawa terbang debu vulkanik ke arah selatan kota Ternate hingga mencapai pulau Tidore.
Meletusnya gunung Gamalama sore tadi juga menjadi tontonan menarik warga kota Ternate dan Tidore,mereka berdiri dipinggir jalan dan mengabadikan letusan tersebut dengan menggunakan kamera ponsel. Meski demikian letusan tersebut juga membuat ratusan warga yang masih berada di zona bahaya seperti Togafo dan Loto kecamatan Pulau Ternate panik dan terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.
” 120 warga di kelurahan Togafo dan Loto sebagian sudah mulai menggungsi karena ketakutan. Kami menampung mereka di SMP 11 Taduma.Dari Togafo dan Loto terlihat jelas semburan api dipuncak Gamalama” Jelas Thamrin Marsaoly,ketua KNPI Kota Ternate yang juga merangkap kordinator posko penanggulangan bencana letusan gunung Gamalama di Togafo.
Hari ini Badan Penanggulangan Bencana Letusan Gunung Gamalama Ternate telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 15 Desember mendatang. Masa tanggap darurat diperpanjang karena kondisi gunung Gamalama masih dinyatakan berbahaya,khususnya kemungkinan banjir lahar dingin yang bisa terjadi bila hujan mengguyur kota Ternate. Meski kembali meletus hingga saat ini status gunung Gamalama masih berada pada status siaga level III.(end).




