Daya Listrik Terbatas, 6 Bulan Asrama Nuku Makassar Gelap

Halmaheranews, (24/3/11). Sudah enam bulan ini asrama putra Nuku Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Nuku ( HIPMIN) Makassar, di jalan Talasalapang II no. 1 Makassar selalu terlihat remang-remang atau bisa dikatakan gelap sama sekali. Terlihat hanya beberapa lampu yang menyala di asrama yang dihuni sekitar 30 mahasiswa asal kota Tidore kepulauan tersebut.

Menurut beberapa mahasiswa penghuni asrama, suasana remang-remang di dalam asrama akibat terbatasnya daya listrik yang dimiliki, hingga tidak semua lampu bisa dinyalakan. Saat ini daya listrik yang terpasang di asrama putra Nuku hanya 1000 watt, dan tidak mampu mencukupi kebutuhan di dalam asrama.

” Ini sangat menggangu aktivitas belajar, kami harus bergiliran menyalakan lampu, tak bisa bersamaan karena sekring listrik langsung jatuh” Ungkap Nuken, salah seorang mahasiswa.

Menurut para mahasiswa, kondisi ini sudah beberapa kali mereka laporkan kepada pemerintah kota Tidore Kepulauan, juga kepada anggota DPRD Kota Tidore yang pernah berkunjung ke asrama putra Nuku. Namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya

” Anggota DPRD dan Pemkot yang datang selalu bertanya tentang apa masalah dan kekuarangan di asrama, tapi hanya sebatas itu, hingga kini tak ada realisasinya ” Jelas mahasiswa yang lain.

Bangunan Baru Yang Penuh Kerusakan

Asrama putra Nuku HIPMIN Makassar adalah salah satu dari aset pemerintah kota Tidore Kepulauan yang ada di kota Makassar. Pada awalnya asrama ini dibangun dari hasil swadaya para alumni dan mahasiswa asal Tidore yang belajar di Makassar sekitar tahun 80-an. Setelah lahan dan bangunan asrama diserahkan kepada pemerintah daerah, asrama ini sudah dua kali mengalami renovasi. Pertama sekitar tahun 1999, dan yang kedua pada akhir tahun 2009 hingga pertengahan tahun 2010. proses renovasi tahap kedua ini menghabiskan anggaran hingga 820 juta rupiah.  

Sayangnya menurut para mahasiswa di asrama Nuku, pyek renovasi asrama Nuku ini tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Karena belum lama diserahkan, sejumlah bagian fisik gedung yang direnovasi sudah menunjukkan kerusakan-kerusakan. ” Ada tiga kamar yang mulai bocor, kusen bangunan yang sudah miring serta beberapa keretakan telah terlihat di tembok bangunan ” kata Bus, mahasiswa penghuni asrama.

Selain masalah itu, menurut mahasiswa, proyek renovasi dengan dana yang besar tersebut tidak tuntas karena masih ada bagian bangunan yang tidak dikerjakan. Mahasiswa juga mengkritik tentang penambahan jumlah kamar di gedung asrama tanpa diringi dengan penambahan jumlah fasilitas MCK. ( end)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *