Citizen reporter : Delfi Merdeka melaporkan dari Ternate

[halmaheranews-TERNATE-20/07/2011] Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Untuk mengatasi kemacetan yang selalu terjadi tiap tahun di sepanjang area Gamalama, Pemkot Ternate melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Pasar telah membuat sebuah peraturan menyangkut pedagang “cakar bongkar” yang biasa menempati sepanjang area tersebut.
Untuk bulan Puasa kali ini mereka tidak diizinkan lagi membuka lapak disepanjang jalan yang menjadi jantung kota Ternate tersebut. Hal tersebut dikarenakan menumpuknya pedagang disepanjang trotoar jl. Pahlawan Revolusi khususnya di daerah Gamalama.
Para pedagang cakar bongkar tersebut selanjutnya direlokasikan di sebelah timur Terminal angkutan kota tepatnya di area pasar Seribu Kios. Dengan direlokalisinya para pedagang cakar bongkar tersebut diharapkan tidak lagi terjadi kemacetan di sepanjang jl. Pahlawan Revolusi khususnya di daerah Gamalama. Tiap tahunnya lokasi tersebut menjadi tempat para pedagang musiman yang sering disebut cakar bongkar
menjajakan dagangannya selama bulan puasa.
Menumpuknya para pedagang membuat jalan macet akibat banyak pembeli, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri. Puncaknya pada H-1 lebaran, jalan tersebut menjadi macet total sehingga kendaraan yang lewat terutama angkutan kota menjadi terhalangi oleh para pengunjung tersebut. Relokasi para pedagang cakar bongkar tersebut ke area pasar Seribu Kios diharapkan area Gamalama sepanjang jl. Pahlawan Revolusi menjadi kondusif menjelang hari raya Idul Fitri.(end)




