JAKARTA, HN – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi ekonomi. Melalui kegiatan Capacity Building for Media Partner, BI Malut membekali para pewarta dengan wawasan dan keterampilan baru di era digital yang penuh tantangan.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Pusat, Senin (20/10), dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BI Malut, Dwi Putra Indrawan. Dalam sambutannya, Dwi menegaskan bahwa media memiliki peran vital dalam menjaga kualitas informasi ekonomi di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kami percaya, penguatan kapasitas jurnalis menjadi langkah penting agar pemberitaan ekonomi tidak hanya informatif, tetapi juga mendidik masyarakat. Di era digital ini, media perlu terus bertransformasi,” ujar Dwi di hadapan peserta.
Kegiatan yang diikuti oleh 22 media serta perwakilan biro protokoler kabupaten/kota dan provinsi ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya wartawan senior Tempo, Sunudyantoro, yang juga Ketua Bidang Pendidikan, Etik, dan Profesi AJI Indonesia, serta perwakilan dari Media Kumparan.
Sepanjang sesi yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 17.30 WIB, peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi jurnalisme ekonomi di era digital, teknik menulis berita berbasis data, hingga praktik langsung penyusunan berita dengan pendekatan kreatif.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif. Para jurnalis tak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung teknik liputan dan penulisan yang relevan dengan isu ekonomi terkini.
Salah satu peserta mengaku mendapatkan perspektif baru dari kegiatan ini.
“Banyak insight menarik yang membuka cara pandang kami terhadap pemberitaan ekonomi digital. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi ruang belajar bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BI Malut berharap sinergi dengan media semakin kuat dalam membangun literasi ekonomi di masyarakat. Dwi menambahkan, pemberitaan yang baik dapat menjadi jembatan antara kebijakan ekonomi dan pemahaman publik.
“Kami ingin media di Maluku Utara mampu menjadi motor literasi ekonomi yang mendorong kemajuan daerah,” tutup Dwi.
Kegiatan Capacity Building BI Malut menjadi salah satu langkah nyata memperkuat ekosistem informasi yang sehat dan mencerdaskan di tengah transformasi digital yang terus berkembang. (yUn)








