Citizen reporter : Delfi Merdeka dan Om Gogo melaporkan dari Tidore

[halmaheranews-TIDORE-05/09/2011] Pasca lebaran idul fitri 1432 hijriyah, arus balik penumpang di pelabuhan penyeberangan feri Rum Tidore – Bastiong Ternate terlihat padat. Kepadatan ini terutama terjadi saat hari pertama masuk kerja pegawai negeri sipil dan aktivitas sekolah yang juga sudah dimulai.
Dari pantauan halmahera ratusan kendaraan terutama roda dua dan roda empat menumpuk di pelabuhan penyeberangan feri Rum-Bastiong. Banyak diantara mereka yang tertinggal di pelabuhan karena kapasitas muatan feri KMP. Bandeng telah penuh. Untuk mengatasi lonjakan penumpang tersebut, pihak ASDP menambah satu kali rute penyeberangan Rum_Bastiong dengan mendatangkan KMP Bobara.
Antrian panjang kendaraan ini semakin parah karena kondisi cuaca di selat Tidore – Ternate kurang bagus, sehingga para pengendara sepeda motor yang biasa menggunakan perahu motor kayu sebagai alternative bila feri penuh, tetap memili bertahan di dermaga feri untuk menunggu penyeberangan.
Sholat idul fitri berlangsung khidmat
Sementara itu suasana haru mewarnai jalannya shalat Idul Fitri 1432 H yang digelar Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan panitia Hari-Hari Besar Islam ota Tidore Kepulauan dipusatkan di halaman kantor Walikota Tidore, Rabu (31/8) pagi.
Ribuan jemaah shalat Id terlihat meneteskan air mata ketika mendengar dan menyimak secara seksama khutbah Idul Fitri yang disampaikan Rektor Universitas Muhmmadiyah Maluku Utara, Kasman H. Achmad. Ribuan jemah laki-laki dan perempuan yang memadati halaman kantor walikota terlihat tertunduk meneteskan air mata ketika mereka diajak oleh Kasman selaku Khatib untuk memanjatkan doa bersama kepada Allah SWT.

Kasman yang membawakan khutbah Idul Fitri dengan tema Membangun Etos Kerja dan Moralitas Umat Menuju Kedaban Publik tersebut mengajak ummat Islam untuk memperkokoh kembali tali persaudaraan sebagai manusia, persaudaraaan sebangsa se tanah air dan persaudaraan se agama. “Ketiga macam ukhuwah tersebut mulai retak bahkan hampir putus disebabkan benturan kepetingan politik dan kekuasaan, perbedaan pandangan, persaingan bisinis, perebutan kedudukan dan hal-hal lain yang memuaskan hawa nafsu sessat saja dan mungkin juga karena gengsi dan ego pribadi,” terang Kasman.
Hadir dalam shalat Id tersebut Walikota Tidore Drs. H. Achmad Mahifa, Wakil Ketua DPRD Abdul Haris Achmad, unsur Muspida, para staf ahli walikota, asisten Sekda, pimpinan SKPD dan masyakat umum. Sementara itu Wakil Walikota Drs. Hamid Muhammad shalat id bersama masyarakat Toloa di Masjid Raya Toloa dan Ketua DPRD Baharuddin M. Alimudin shalat Id bersama masyarakat di Kelurahan Guraping.
Usai shalat Id, Walikota H. Achmad Mahifa dan Wakil Hamid Muhammad langusng membuka Open House. Dari pantauan lapangan, sejak hari pertama hingga hari kedua Idul Fitri, dikunjungi oleh para pejabat dan masyarakat umum. Shalat Id di Tidore selain dipusatkan di halaman Kator Walikota Tidore juga di masjid-masjid pada setiap desa dan kelurahan. (end).




