AKTING FILM & AJARAN ISLAM
Oleh : Muhammad Rama Lebe. Penulis adalah Mantan Instruktur Akting Film di Pentas Studi Cinema Bandung serta assisten Dosen dari : Slamet Rahardjo & Didi Petet, untuk mata kuliah “Manajemen Akting Film” di Bandung Film Academy.
HALMAHERAnews – Semua disiplin ilmu yang pernah diketahui dan dipelajari oleh manusia, seharusnya dapat mengantarkan manusia itu untuk lebih mengenal Tuhan-nya, salah satu contohnya adalah disiplin ilmu akting film.
Menjadi aktor (dan kemudian terkenal) boleh jadi merupakan salah satu hal yang paling diimpikan oleh banyak orang. Sayangnya, tidak semua aktor memahami bahwa untuk menjadi seorang aktor yang baik, bisa berakting dengan baik, bisa melakoni karakter sebuah tokoh peran dengan baik, mereka WAJIB untuk rendah hati.
Tawadhu atau rendah hati, adalah salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Patut diingat bahwa dosa pertama Iblis kepada Allah adalah membangkangnya terhadap perintah Allah agar dia (Iblis) sujud dan memuliakan Adam.
Pembangkangan Iblis didasarkan pada sifat sombong Iblis yang merasa dia LEBIH mulia dari Adam, karna dia (Iblis) diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah.
Seseorang yang mengidap penyakit sombong atau angkuh (karena merasa LEBIH kaya, lebih cantik/tampan, lebih pintar, lebih terkenal, lebih alim, lebih kuasa, lebih baik atau lebih mulia dari orang lain), dapat dipastikan TIDAK AKAN PERNAH BISA BERAKTING FILM DENGAN BAIK.
Kenapa demikian?
Untuk dapat memerankan suatu karakter (dari satu tokoh peran) fiktif yang akan dilakoni oleh seorang aktor didalam sebuah adegan film, EGO sang aktor tadi haruslah NOL, harus bersih dari ego (ke-aku-an) nya, karena akting yang akan dia tampilkan, pada dasarnya bukanlah akting yang mewakili ego-nya melainkan akting yang mewakili ego dari sang tokoh peran yang dia lakoni.
Hanya seseorang yang RENDAH HATI lah yang akan relatif lebih mudah untuk menghilangkan ego-nya sendiri, kemudian menerima dan memasukan ego Sang tokoh peran kedalam hati dan pikirannya.
Bagi anda, milenial zaman now (terutama yang MERASA lebih kaya, lebih rupawan, lebih terpelajar, lebih terkenal, lebih berkuasa, dan lain-lain) yang pernah membayangkan atau ingin mencoba menjadi seorang Aktor film/sinetron, silahkan anda bertanya diri, “Apakah saya adalah orang yang rendah hati?”.
Bagi anda yang kaya (berkecukupan harta), bayangkan jika suatu hari ada producer film yang menawarkan kepada anda sebuah peran dimana anda menjadi seorang homeless dan pengemis.
Untuk dapat memerankan karakter seseorang homeless dan pengemis, anda wajib melakukan RISET KARAKTER yaitu bertemu dengan satu atau beberapa orang homeless / pengemis, lalu berusaha untuk mengenali, mengamati dan memperhatikan kehidupan keseharian mereka.
Anda hanya dapat memahami dan menghayati penderitaan, kesengsaraan serta duka dan nestapa mereka selama ini, jika anda cukup rendah hati.
Dan orang kaya yang rendah hati, suatu saat PASTI akan menitikkan air matanya ketika ia benar benar menghayati dan menyelami karakter si homeless dan pengemis tadi, sama seperti si homeless dan pengemis tadi yang sudah berulang kali menitikkan air mata karna duka dan nestapanya.
Salah satu HIKMAH yang didapat dari belajar akting film adalah kita menjadi termotivasi untuk menjadi manusia yang rendah hati, sehingga kita insha Allah tidak akan lupa diri dan lantas menjadi sombong ketika kita terkenal.(*)







