IMS Turun ke Pasar Murah, Pemkab Halteng Siapkan Gudang Bulog untuk Perkuat Stok Pangan

HALTENG, HN – Antrean warga mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Falcino, Weda, Kamis (22/10/2026). Paket sembako seharga Rp80 ribu menjadi incaran masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji (IMS), turun langsung meninjau kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan tersebut. Ia didampingi Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Ketua DPRD Halteng, unsur TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, Kepala Perum Bulog Cabang Ternate Jefry Tanasy, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

GPM digelar untuk memperingati Hari Pangan Sedunia dan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah. Program ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Di sela peninjauan, IMS berdialog dengan warga dan memantau penyaluran paket sembako. Ia menegaskan, ketersediaan pangan dengan harga terjangkau menjadi perhatian pemerintah daerah. “Di tengah kondisi cuaca saat ini, pemenuhan kebutuhan pangan murah menjadi prioritas Pemkab. Kami mengapresiasi kerja sama Bulog dan Dinas Pangan yang memudahkan masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau,” kata IMS.

Tak sekadar menggelar pasar murah, Pemkab Halteng juga menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Perum Bulog Cabang Ternate terkait rencana pembangunan gudang Bulog di Halmahera Tengah.

Kehadiran gudang tersebut diharapkan memperpendek jalur distribusi dan mempercepat penyaluran bahan pangan ke masyarakat, terutama ketika permintaan meningkat atau distribusi menghadapi kendala.

Kepala Bulog Cabang Ternate, Jefry Tanasy, mengatakan pihaknya menyalurkan enam ton beras untuk mendukung pelaksanaan GPM di Halteng. “Kerja sama ini sangat positif dan sejalan dengan program nasional. Untuk Halteng sendiri, ada sekitar 15 ribu penerima manfaat beras sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Jefry juga memastikan cadangan beras di Maluku Utara dalam kondisi aman. Menurut dia, sekitar 2.000 ton beras tersedia di gudang, sementara 3.000 ton lainnya masih dalam perjalanan. “Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan Malut hingga tahun depan,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan gudang Bulog di Halteng diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap pangan murah sekaligus mendukung kelancaran distribusi di wilayah tersebut.

Di lokasi kegiatan, warga terlihat mengantre sejak pagi untuk mendapatkan paket berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu kilogram, dan gula pasir satu kilogram. Seluruh komoditas tersebut dijual dengan harga Rp80 ribu per paket.

Antusiasme warga menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap akses pangan terjangkau. Melalui GPM dan rencana pembangunan gudang Bulog, pemerintah daerah berharap stabilitas pasokan dan distribusi pangan di Halmahera Tengah semakin terjaga. (Yun)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *