TERNATE, HN – Front Bersama Anti Korupsi (FKAB) Malut gelar aksi didepan Kantor Walikota Ternate, Kamis (5/3).
Dalam orasi yang dilontarkan Jualan J. Latif secara terbuka menyebut Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoky disebut terlibat sejumlah korupsi di Malut.
Ia menyebut, bahwa ada dugaan suap yang diterima oleh salah satu pejabat tinggi dilingkup Pemkot Ternate.
Usai menyampaikan aksi demo didepan Kantor Walikota, massa bergeser ke kantor Kejaksaan Tinggi Malut untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.
Tintuntan yang disampaikan adalah mendesak Kejaksaan dan Polda segera telusuri pelanggaran aturan Tata Ruang Pembangunan Villa milik pengusaha dan pejabat Pemkot Ternate di Kelurahan Gitu yang merupakan kawasan lindung.
Mereka juga meminta penyidik Pidsus Kejari segera ungkap dugaan suap kurang lebih Rp. 1 Miliar yang diduga diterima oleh Pejabat Tinggi Pemkot terkait kasus pembangunan Vika di Danau Ngade tersebut.
Selain itu, masa juga mendesak Kejati segera membuka kembali kasua korupsi pembelian eks kediaman Gubernur di Kelurahan Kalumpang Ternate Tengah yang diduga melibatkan mantan Kadis Perkim Kita Ternate.
Mendesak Kejati telusuri dugaan penyimpangan anggaran kegiatan CSS senilai Rp. 1,6 Miliar, segera Lidik juga dugaan kark up anggaran proyek rehabilitasi dan renovasi papan nama taman Asmaul Husna depan Masjid Raya Al Munawwarah Ternate senilai Rp. 1 Miliar, dan mendesak Kejati segera Lidik proyek pembangunan panggung Festival Pulau Hiri sebesar Rp. 1,3 Miliar.
Termasuk mendesak Subit Tipikor Polda Malut panggil dan periksa Sekot Ternate, Rizal Marsaoly atas dugaan kasus temuan BPK tahun 2024 terkait anggaran Bansos senilai Rp. 1,7 Miliar. (yUn)




