TERNATE, HN — Kantor Wilayah Imigrasi Maluku Utara merilis data terbaru mengenai jumlah Warga Negara Asing (WNA) yang beraktivitas di wilayah provinsi tersebut. Total WNA tercatat mencapai 34.460 orang, dengan konsentrasi terbesar berada di dua daerah yang menjadi pusat kegiatan industri dan pertambangan.
Berdasarkan data Kanwil Imigrasi Malut, Halmahera Tengah menjadi wilayah dengan jumlah WNA terbanyak, yakni 22.303 orang. Sementara Halmahera Selatan tercatat memiliki 11.655 WNA, yang sebagian besar bekerja pada sektor industri berbasis sumber daya alam.
Kepala Kanwil Imigrasi Malut, Mohammad Ridwan, menjelaskan bahwa tingginya arus masuk tenaga kerja asing di dua kabupaten tersebut berkaitan dengan proyek industri yang masih terus berjalan.
“Data ini menjadi dasar kami untuk pengawasan yang lebih ketat dan tepat sasaran,” ujar Ridwan dalam keterangannya.
Selain dua wilayah itu, sejumlah kabupaten/kota lainnya seperti Ternate, Halmahera Timur, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Pulau Morotai, Kepulauan Sula, hingga Taliabu tercatat memiliki jumlah WNA relatif kecil, masing-masing berada di bawah 200 orang.
Ridwan menambahkan, Imigrasi memperkuat pengawasan untuk memastikan seluruh WNA memiliki dokumen tinggal lengkap dan kegiatan mereka sesuai izin yang diberikan. Koordinasi dengan instansi terkait juga akan ditingkatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan industri. (rd)





