TERNATE – HN. Pemutaran film dokumenter berjudul “Yang Mengalir di Kawasi” oleh TV Tempo yang tayang di Bioskop XXXI Jatiland Ternate diwarnai aksi protes dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Maluku Utara, Senin (14/07) malam.
Mereka massa aksi yang memprotes tayangan film dokumenter dengan membentangkan spanduk protes terkait judul tersebut yang digarap TV Tempo tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
TV Tempo menayangkan alur cerita dari PT. Harita Nickel tentang pembangunan dan pengelolaan sumber daya air atau water management di Desa Kawasi, Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan bahwa telah dirasakan masyarakat adalah kebohongan.
Koordinator Aksi, Adhar S. Sangaji kepada awak media mengatakan, yang sebenarnya mengalir di Desa Kawasan adalah kerusakan lingkungan, pencemaran air laut serta hilangnya sumber kata air kehidupan milik warga. Kawasi saat berubah menjadi wilayah penuh konflik dan polusi akibat ekspansi dan eksploitasi perusahaan tambang.
“Ia beberken sejumlah fakta misalnya, pada Juni lalu warga Kawasi sudah alami banjir sebanyak 3 kali, pemadaman listrik yang dialami warga tidak direspon baik oleh pemerintah daerah maupun pihak perusahaan”, ujarnya.
Adhar juga katakan, Walhi Malut berdasarkan riset yang dikawal mereka, sumber air warga setempat kini sudah tercemar logam berat akibat eksploitasi industri tambang.
“Kami kawal terus dan ada temuan ini dikuatkan dengan pernyataan warga sendiri bahwa air milik mereka saat ini sudah terjadi sejak lama dan sangat mengancam kesehatan warga terutama anak-anak”, tuturnya.
Untuk itu menurutnya, pemutaran film dokumenter tersebut dengan judul “Yang Mengalir di Kawasi” hanyalah sebuah narasi alat propaganda untuk memuluskan kepentingan perusahaan diatas penderitaan warga Kawasi Halmahera Selatan. (Tim/yUn)





