SOFIFI, HN – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Salah satu jemaah haji asal Kota Tidore Kepulauan, H. Ahmad Adam, yang tergabung dalam Kloter 13, meninggal dunia di Rumah Sakit King Faisal, Makkah, pada Kamis (12/6/2025) pukul 18.11 waktu Arab Saudi.
Informasi ini disampaikan oleh Ketua Kloter 13, H. Samsuddin Fatahuddin bahwa almarhum sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan wafat.
“Proses pemulasaran dan pemakaman telah dilakukan sesuai syariat Islam serta mengikuti ketentuan pemerintah Arab Saudi, dengan pendampingan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH),” ujar Samsuddin dalam keterangan tertulis.
Kabar kepergian H. Ahmad Adam membawa duka mendalam, baik bagi sesama jemaah, tim pendamping kloter, maupun keluarga besar di tanah air.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah tersebut.
“Kami sangat berduka. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima amal ibadahnya, dan menjadi haji yang mabrur. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” tutur Amar.
Ia juga mengimbau kepada seluruh jemaah haji asal Maluku Utara untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalani rangkaian ibadah haji, mengingat cuaca ekstrem dan aktivitas padat di Makkah.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, hingga saat ini tercatat sudah tujuh jemaah haji asal Maluku Utara yang wafat selama musim haji 2025. Angka ini menjadi bagian dari total 23 jemaah dari Embarkasi Makassar yang meninggal dunia, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Agama RI.
Sebagai catatan, seluruh jemaah asal Maluku Utara diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar.
Sementara itu, secara nasional, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal hingga pertengahan Juni 2025 telah mencapai lebih dari 150 orang. Angka tersebut menurun dibanding musim haji 2024 yang mencatat lebih dari 460 jemaah wafat pada periode yang sama.
Dengan suhu udara di Arab Saudi yang mencapai lebih dari 42 derajat Celsius pada siang hari, PPIH terus mengingatkan jemaah untuk memperhatikan kondisi tubuh, menghindari kelelahan berlebihan, serta memperbanyak konsumsi air.
“Keselamatan dan kesehatan adalah prioritas utama. Kami terus mengingatkan jemaah untuk mengikuti arahan petugas,” ujar perwakilan PPIH Arab Saudi.
Para jemaah asal Maluku Utara dijadwalkan mulai kembali ke Tanah Air pada 20 Juni 2025, dengan penerbangan pertama dari Kloter 13 dan Kloter 15. (*)





