Keluhan Warga Papaloang Soal Jatah Mita Berkurang, Pemdes gerak Cepat Lakukan Ini

HALMAHERANEWS – Keluhan warga Desa Papaloang, Kecamatan Bacan Selatan, terkait berkurangnya jatah minyak tanah akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Desa (Pemdes). Menyusul aksi protes yang dilakukan ibu-ibu di depan rumah Kepala Desa Samrin Larihu pada Kamis (20/2/2025) lalu, pihak desa langsung mengambil langkah cepat untuk mencari solusi.

Warga mengeluhkan bahwa sejak Januari 2025, jatah minyak tanah yang mereka terima terus berkurang. Dari yang semula 20 liter per keluarga, turun menjadi 10 liter di Januari, dan semakin menyusut menjadi 5 liter di Februari. “Kami butuh minyak tanah untuk memasak, apalagi sebentar lagi masuk bulan puasa. Kalau seperti ini, kami kesulitan,” ujar Ani, salah satu warga yang ikut dalam aksi saat itu.

Merespons protes tersebut, Kepala Desa Samrin Larihu segera menghubungi pihak agen minyak tanah untuk memastikan penyebab pengurangan kuota. Berdasarkan keterangan agen PT. Sinergi Darma Negeri (SDN), jatah minyak tanah untuk pangkalan milik Ida Aiken memang mengalami pengurangan drastis dari 5 ton di bulan sebelumnya menjadi hanya 2 ton pada Februari.

Samrin juga langsung menemui pemilik pangkalan, Ida Aiken, untuk meminta klarifikasi dan mencari kemungkinan penambahan kuota menjelang bulan Ramadan. Namun, pemilik pangkalan belum memberikan tanggapan terkait pengurangan jatah di bulan Januari.

“Saya sudah meminta agen untuk mempertimbangkan penambahan kuota, mengingat kebutuhan warga meningkat menjelang puasa. Kami akan terus berupaya agar distribusi minyak tanah lebih merata dan tidak ada warga yang kesulitan,” ujar Samrin.

Pemdes Papaloang juga berencana untuk membawa permasalahan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah, agar distribusi minyak tanah bisa lebih adil dan tidak memberatkan warga.

Sementara itu, warga berharap agar pemerintah segera turun tangan dan memastikan pasokan minyak tanah kembali normal, sehingga mereka tidak perlu khawatir menghadapi bulan puasa dengan keterbatasan bahan bakar. (Sulfi)

 

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *