JIKA kita menengok kembali ke belakang, dalam kurun waktu dua dekade terakhir, Halmahera Selatan (Halsel) telah melewati berbagai fase pembangunan dan tantangan. Namun, jika kita jujur, kita harus mengakui bahwa ada ketidakselarasan yang mencolok antara kekayaan sumber daya yang kita miliki dan kenyataan kehidupan sehari-hari yang kita rasakan. Tanah kita subur, laut kita kaya, perut bumi kita dipenuhi mineral berharga, tetapi kenapa realitas hidup masih jauh dari harapan?
Halsel dikenal sebagai daerah yang melimpah akan Sumber Daya Alam (SDA). Tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan yang layak, fasilitas kesehatan yang memadai, dan akses pendidikan yang merata, masih jauh dari tuntas. Sering kali kita mendengar orang-orang bertanya: *“Jika daerah ini begitu kaya, mengapa rakyatnya masih tertinggal?”*
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan hanya datang dari satu atau dua orang, tapi dari masyarakat yang semakin sadar akan hak mereka atas kesejahteraan. Kita juga sering mendengar: “Mengapa banyak anak muda kita yang menganggur di tengah peluang besar dari industri yang berkembang di Halsel? Mengapa ekonomi kita masih stagnan meski investor datang dan pergi?”
Lebih jauh lagi, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Halsel tidak bisa diabaikan. Orang-orang kita tangguh, cerdas, dan pekerja keras. Namun, yang mengelola kekayaan kita sering kali adalah orang luar, bukan putra-putri terbaik daerah. Apakah kita kekurangan kemampuan? Atau apakah ada kesalahan dalam sistem yang membuat potensi SDM lokal kita tidak termanfaatkan maksimal?
Keberagaman budaya dan suku di Halsel adalah kekayaan yang luar biasa. Di tanah ini, kita hidup berdampingan dalam harmoni, atau setidaknya itulah yang seharusnya terjadi. Tetapi, mengapa masih ada gesekan-gesekan sosial? Mengapa rasa toleransi dan solidaritas kita belum sepenuhnya tumbuh subur, padahal keberagaman kita adalah kekuatan yang seharusnya kita banggakan?
Jawaban dari semua pertanyaan ini sering kali mengarah pada satu kesimpulan: masalahnya ada pada tata kelola pemerintahan. Kita butuh pemimpin yang tidak hanya bisa berbicara, tetapi mampu bertindak dan mengeksekusi kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Halsel memerlukan pemimpin yang tidak hanya menjual janji-janji manis saat kampanye, tetapi juga memiliki keberanian untuk merealisasikan visi besar mereka demi masa depan yang lebih baik.
Saatnya Berhenti pada Pola Lama: Memilih Pemimpin dengan Visi Nyata
Sudah saatnya kita berhenti dari kebiasaan memilih pemimpin yang hanya pandai meneriakkan slogan-slogan kosong, seperti “Hotu, Yee”, tetapi tidak mampu menerapkan makna dari salam tersebut. Apa arti salam persatuan jika kita masih terpecah-pecah dalam kepentingan sempit? Apa artinya seruan semangat jika infrastruktur dasar di Halsel masih terbengkalai?
Mari kita akhiri siklus pemimpin yang hanya melayani kepentingan keluarga atau kelompok kecil. Halsel adalah rumah bagi banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Kita adalah masyarakat yang majemuk, dengan budaya dan tradisi yang kaya. Karena itu, pemimpin Halsel haruslah orang yang bisa mengakomodasi semua lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir orang. Kita butuh pemimpin yang mampu melihat keseluruhan masyarakat sebagai satu kesatuan yang harmonis di bawah Rumah SARUMA—rumah besar yang memayungi kita semua.
Rusihan-Muhtar adalah nama yang saat ini muncul dengan membawa harapan. Bukan hanya sebagai figur politik baru, tetapi sebagai simbol perubahan yang ditunggu-tunggu. Mereka hadir dengan visi untuk mengubah Halsel menjadi daerah yang benar-benar “HEBAT”—daerah yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri, mandiri dalam mengelola kekayaannya, dan menjamin kesejahteraan bagi semua warganya.
Apa yang Ditawarkan Rusihan-Muhtar?
Rusihan-Muhtar menawarkan kepemimpinan yang berbeda. Mereka bukan sekadar meneruskan pola lama yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Mereka datang dengan janji untuk menata kembali tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Berikut beberapa poin penting dari visi Rusihan-Muhtar yang patut kita cermati:
1. Pengelolaan SDA untuk Kepentingan Rakyat: Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa kekayaan alam Halsel dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal, bukan hanya kepada investor luar. Ini berarti pembukaan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan SDA yang adil.
2. Pemberdayaan SDM Lokal: Rusihan-Muhtar bertekad untuk mengembangkan potensi SDM di Halsel melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat, sehingga anak-anak muda di Halsel bisa bersaing di pasar kerja, baik lokal maupun global. Mereka percaya bahwa dengan SDM yang kuat, Halsel bisa mandiri dalam mengelola kekayaannya.
3. Pembangunan Infrastruktur yang Merata: Salah satu prioritas utama adalah menyelesaikan masalah infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan-jalan yang rusak, jembatan yang belum dibangun, dan akses yang terbatas ke daerah-daerah terpencil harus segera diperbaiki agar mobilitas ekonomi dan sosial dapat berjalan lancar.
4. Toleransi dan Keharmonisan Sosial: Dengan keberagaman yang kita miliki, Rusihan-Muhtar ingin membangun Halsel yang lebih toleran dan harmonis, di mana perbedaan bukan menjadi sumber konflik, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi. Mereka percaya bahwa masyarakat yang rukun dan damai adalah fondasi dari pembangunan yang berkelanjutan.
Memilih untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Setiap kali kita memasuki masa pemilihan, kita dihadapkan pada pilihan yang berat: mau jadi apa Halsel di masa depan? Jawabannya terletak pada pemimpin yang kita pilih. Kita tidak bisa lagi memilih hanya berdasarkan popularitas atau janji-janji tanpa dasar. Kita harus memilih pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan kita, yang memiliki visi jangka panjang, dan yang berkomitmen untuk bekerja keras demi kesejahteraan semua warga Halsel.
Rusihan-Muhtar datang dengan menawarkan harapan baru—harapan bahwa Halsel bisa bangkit, memanfaatkan kekayaan yang dimiliki untuk kebaikan semua orang, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Saatnya kita bersatu di bawah Rumah SARUMA, rumah kita semua, untuk membangun Halsel yang lebih “HEBAT”. (MC.Rusihan-Muhtar)





