HALMAHERANews – Dinas Pendidikan Kota Ternate dalam waktu dekat akan mengaktifkan kembali proses belajar mengajar untuk siswa siswi terdampak pasca musibah banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate beberapa waktu lalu.
Dengan berbagai langkah dan upaya pemerintah kota berkoordinasi dengan semua pihak sehingga hal ini difokuskan agar para siswa siswi terdampak bisa segera aktif kembali ke sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muhlis S. Djumadil saat ditemui halmahernews.com menjelaskan pasca banjir ini dinas fokus pada kegiatan belajar sekolah di lokasi terdampak.
“Ada siswa kami yang terdampak. Sebagian dari mereka inikan ada yang siswanya tidak korban tapi rumahnya rusak ini khususnya siswa SMP, sementara yang kita fokuskan itu ada SDN 66 yang lokasinya persis diarea terdampak. Kita fokuskan kita ambil langkah ada 60 siswa yang bagaimana agar bisa sekolah lagi, jika sekolah tersebut belun bisa diaktifkan maka kita akan alokasi ke Mushallah”, kata Muhlis.
Selain upaya agar para siswa siswi SDN 66 ini bisa aktif lagi, Diknas telah melakukan koordinasi bahkan dengan pihak Kepolisian dan PUPR.
“Untuk mengaktifkan kembali proses belajar mengajar inikan butuh sarana prasarana, sekolah saat ini dalam posisi utuh bangunan namun jika area tersebut masuk dalam area relokasi daerah terdampak maka pemerintah harus mencari solusi sekolah tersebut, namun kami berharap agar SDN 66 tidak masuk dalam denah relokasi”, harap Muhlis lagi.
Lanjutnya, agar memberikan semangat kepada warga terdampak, pihak sekolah di Kota Ternate juga memberikan bantuan partisipasi yang sasarannya untuk pendidikan yakni partisipasi kepada sekolah seperti ATK, seragam sekolah dan partisipasi lainnya.
Muhlis berharap, proses belajar mengajar nantinya dapat segera dilaksanakan sehingga para siswa siswi ini tidak merasa jenuh dan pelajaranpun bisa mereka ikuti meskipun dengan keterbatasan sarana prasarana saat ini. (*/By)






