142 JCH Asal Kota Ternate Sudah Ikuti Pemeriksaan Kesehatan, Didominasi Gangguan Hipertensi dan Diabetes

dr. Wirda Albaar , Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Ternate

HALMAHERAnews – Sebanyak 142 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Ternate telah melaksanakan tahap pertama pemeriksaan kesehatan. Jumlah ini merupakan rilis nama JCH yang diterima pihak RSUD Kota Ternate dari Kemenag Kota Ternate.

Hal ini disampaikan dr. Wirda Albaar, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Ternate kepada HALMAHERAnews Senin, (13/03).

Wirda menjelaskan perihal tahapan pemeriksaan kesehatan bagi para JCH Kota Ternate yang telah dimulai sejak 06 Maret lalu.

“Pemeriksaan kesehatan jamaah itu sejak 6 maret kemarin, ini jamaah haji yang sudah lunas tunda sejak 2021 lalu. Ini merupakan kewajiban kita sebagai tenaga medis, lakukan pemeriksaan intens sesuai jadwal yang telah kita sampaikan ke calon haji ini”, tuturnya.

Lanjut Wirda, jumlah JCH tahun ini ada 268 orang namun karena belum ada rilis dari Kemenag RI maka nama yang diterima ini merupakan jamaah yang lunas tunda. 142 orang ini mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan selama 2 minggu, setiap harinya diperiksa dengan intens dan dilakukan melalui satu pintu yakni dipusatkan di RSUD Kota Ternate.

Terkait tahapan pemeriksaan kesehatan haji sendiri kata Wirda, ada beberapa tahapan diantaranya pemeriksaan fisik oleh dokter umum, pemeriksaan jantung, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan mental dan pemeriksaan radiologi fototorak, jelas Wirda.

Pada Minggu kemarin, RSUD juga sudah lakukan pemeriksaan kebugaran kepada 142 JCH yang dipusatkan di Asrama Haji Transit Ternate. Selain itu lanjutnya, JCH semuanya harus mengikuti anjuran dari pihak kesehatan sehingga persiapan keberangkatan akan berjalan sesuai yang diharapkan.

Terkait dengan gangguan kesehatan para jamaah ini kata Wirda, keluhan paling banyak ada pada gangguan kesehatan hipertensi dan diabetes. Dua keluhan ini paling banyak ditemukan di pasien Kota Ternate.

Ia berharap agar JCH ini dapat intens melakukan pemeriksaan sehingga dengan waktu yang singkat ini pihak kesehatan bisa maksimal dan rutin mengobati pasien jamaah yang mengalami gangguan tersebut, apalagi tahun ini ada sejumlah jamaah lansia yang ikut. Ini menjadi sebuah tanggungjawab tenaga medis sehingga keluhan tersebut bisa diatasi.

Untuk stok obat-obatan sendiri, diakui Wirda pihak kesehatan sudah siapkan obat-obatan khusus untuk menangani pemeriksaan kesehatan para JCH. Untuk tahapan dua nantinya dilakukan dipertengahan ramadhan.

Sementara itu, JCH yang tersisa, pihak kesehatan masih menunggu nama-nama yang akan dirilis pusat.

“Kami berharap secepatnya nama-nama tersebut sebanyak 128 dirilis, agar kami bisa mengantisipasi keluhan yang ada. Sebagian jamaah juga merupakan pasien titipan untuk melakukan pemeriksaan seperti dari Sula, Tobelo dan beberapa kabupaten lainnya”, ujarnya. (yUn)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *