HALTIM, HN – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman perdana demplot bawang merah dan panen raya padi di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Minggu (2/8).
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi BI bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, kelompok tani, pondok pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sebagai otoritas di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, BI mengambil peran sebagai strategic orchestrator untuk mendorong peningkatan produktivitas komoditas pangan strategis, memperkuat rantai pasok, sekaligus membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Melalui program tersebut, BI menargetkan peningkatan produksi komoditas pangan guna mendukung pengendalian inflasi, khususnya pada kelompok pangan bergejolak (volatile food). Selain itu, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan dan ekosistem agribisnis.
Salah satu kegiatan utama adalah penanaman perdana demplot bawang merah varietas Bima Brebes. Program itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Demplot bawang merah dikembangkan di atas lahan seluas satu hektare yang dibagi menjadi empat petak, masing-masing seluas 0,25 hektare. Budidaya tersebut menggunakan sekitar 1.200 kilogram benih dengan masa tanam diperkirakan berlangsung selama 55 hingga 65 hari.
Seluruh proses budidaya didampingi tenaga ahli muda mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Dengan pendampingan tersebut, produktivitas bawang merah diproyeksikan mencapai delapan hingga sepuluh ton per hektare.
Selain penanaman bawang merah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan panen raya padi bersama Kelompok Tani Pondok Pesantren Ibadurrahman sebagai bagian dari implementasi Program Kemandirian Pangan Pesantren.
Pengembangan budidaya padi di lingkungan pondok pesantren tersebut dimulai sejak 2025 pada lahan seluas satu hektare. Dalam waktu relatif singkat, arealnya berkembang menjadi enam hektare melalui penerapan konsep pertanian terintegrasi.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, produktivitas panen mencapai lima hingga enam ton gabah per hektare. Kehadiran BI dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas dan produktivitas pertanian di lingkungan pesantren.
Dukungan BI kepada Ponpes Ibadurrahman sendiri telah berlangsung sejak 2022 secara bertahap. Pada periode 2022–2023, bantuan difokuskan pada peningkatan kapasitas melalui program WUBI/PUBI, pembangunan kandang sapi, serta pembangunan green house untuk pelatihan pertanian terintegrasi.
Selanjutnya pada 2024, BI memberikan bantuan berupa paket rice milling unit (RMU), mesin tanam padi, mesin pencacah, serta pelatihan hilirisasi pengolahan bawang merah.
Memasuki 2025, dukungan kembali diperkuat melalui bantuan tray semai padi, combine harvester, serta pembangunan gedung pertanian. Sementara pada tahun ini, BI berencana melanjutkan pendampingan melalui Program AIR Berkah Indonesia yang mencakup kegiatan capacity building dan bantuan unit usaha air minum dalam kemasan.
Komitmen BI terhadap pengembangan sektor pertanian di Halmahera Timur sejatinya telah dimulai sejak 2014 melalui berbagai program pemberdayaan kelompok tani.
Sejumlah kelompok tani yang telah menerima dukungan antara lain Gapoktan Subur Jaya Bersama di Desa Tutuling Jaya dengan bantuan laboratorium, rumah pengering, rumah produksi, sensor teknologi, dan berbagai sarana pendukung. Kemudian Kelompok Krida Mukti di Desa Akedaga memperoleh bantuan kandang sapi beserta perangkat teknologi pertanian.
Selain itu, Gapoktan Mitra Tani di Desa Toboino menerima bantuan kandang sapi, sensor teknologi, combine harvester, serta rumah pengering. Sementara Kelompok Permata Tani mendapatkan bantuan kandang sapi, traktor, quick amberjack, mesin pencacah, hingga kolam silase sebagai fasilitas fermentasi pakan.
Seluruh program tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan sebagai fondasi ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi Maluku Utara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher, Kepala Dinas Pertanian Muhammad Abdullah, Kanit Reskrim Polsek Wasile Ipda Fenendy Bora, Asisten II Setda Halmahera Timur Hadi, Kepala Desa Tutuling Jaya Ratimin, serta unsur pemerintah daerah dan kelompok tani. (Yun)






