TERNATE, HN — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas belanja masyarakat di Pasar Higienis Gamalama mengalami lonjakan signifikan. Sejak dua hari terakhir hingga H-1 Lebaran, Kamis (19/03), pasar tersebut dipadati warga yang berburu kebutuhan hari raya.
Seperti tradisi setiap tahun, masyarakat—terutama kaum ibu—berbondong-bondong membeli berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga bahan pokok. Daging sapi dan ayam menjadi salah satu komoditas yang paling diburu karena menjadi menu utama saat Lebaran.
Di lokasi, antrean panjang terlihat di lapak penjual daging ayam. Komoditas ini diminati karena mudah diolah menjadi berbagai hidangan khas untuk disantap bersama keluarga dan kerabat.
Salah satu pemasok daging ayam, Marwan Iskandar (38), mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan stok jauh hari sebelum Lebaran. Pasokan ayam didatangkan dari Pulau Jawa ke Ternate dengan waktu pengiriman sekitar satu minggu.
“Pengiriman dari Jawa ke Ternate memakan waktu kurang lebih satu minggu. Jadi kami sudah menyiapkan stok sebelum hari Lebaran agar masyarakat tidak kesulitan mencari daging ayam,” ujarnya.
Namun demikian, harga daging ayam tahun ini mengalami kenaikan. Dari sebelumnya berkisar Rp30.000–Rp35.000 per ekor, kini naik menjadi Rp40.000 untuk ukuran kecil dan Rp50.000 untuk ukuran besar. Sementara itu, harga daging sapi berada di kisaran Rp160.000 per kilogram.
Marwan mengaku kewalahan melayani lonjakan pembeli, namun tetap bersyukur karena stok yang tersedia masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, tingginya permintaan ini turut meningkatkan omzet para pedagang menjelang hari raya. (Yun)




