Sekolah di Ternate Kekurangan Komputer, Digitalisasi Pembelajaran Terhambat

Kepala.Sekolah SMA Negeri 3 Kota Ternate, Karim Narawi, M.Pd

TERNATE, HN — Upaya mendorong digitalisasi pembelajaran di sekolah menengah atas di Kota Ternate masih menghadapi tantangan serius. Minimnya sarana pendukung berupa perangkat komputer membuat sejumlah sekolah belum dapat menjalankan proses belajar mengajar berbasis teknologi secara optimal.

SMA Negeri 3 Kota Ternate menjadi salah satu sekolah yang merasakan langsung dampak keterbatasan tersebut. Kepala SMAN 3 Ternate, Karim Narawi, mengatakan kebutuhan komputer di sekolahnya cukup mendesak, terutama setelah pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) beberapa waktu lalu.

“Sebagian besar sekolah di Ternate masih kekurangan komputer. Sarana ini sangat penting karena proses pembelajaran sudah mengarah pada digitalisasi,” ujar Karim, Jumat (14/11).

Karim menjelaskan, pihak sekolah telah mengikuti pertemuan daring bersama Dinas Pendidikan Maluku Utara melalui bidang Perencanaan dan Sarpras untuk menyampaikan kendala tersebut. Dalam forum itu, seluruh sekolah di wilayah Maluku Utara menyampaikan kebutuhan serupa, terutama terkait perangkat komputer dan ruang laboratorium digital.

“Semua kebutuhan itu sudah diinventarisasi oleh dinas. Kami melihat ada potensi pemenuhan dari pemerintah pada 2026, karena usulan dari sekolah telah dipetakan,” kata Karim.

Untuk SMAN 3 sendiri, kekurangan perangkat mencapai 60 unit komputer. Dua ruang laboratorium komputer yang tersedia belum dapat difungsikan karena minimnya perangkat.

“Ruang komputer masih kosong. Sementara ini, ruangan digunakan untuk kegiatan belajar lain. Kami berharap pengadaan bisa segera direalisasikan agar proses pembelajaran digital dapat berjalan maksimal,” tuturnya.

Menurut Karim, keterbatasan fasilitas tidak hanya berdampak pada proses belajar mengajar reguler, tetapi juga pada pelaksanaan asesmen berbasis komputer, ujian sekolah, serta pemenuhan standar digitalisasi pendidikan yang dicanangkan pemerintah. (yUn)

">

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *